Remaja 18 Tahun di Kudus Jadi Korban Indra Kenz, Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

"Informasinya korban pernah menarik uang dari platform itu sampai Rp 500 juta," ujar dia.

Rabu, 30 Maret 2022 | 18:15 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Seorang remaja putri berusia 18 tahun, VS, di Kudus menjadi korban penipuan Indra Kenz. VS mengaku rugi hingga Rp 2,5 Miliar dalam tiga bulan. 

Penasihat hukum VS, Ahmad Triswadi menjelaskan, mengenal Indra Kenz melalui channel Youtube yang menyebutkan aplikasi Binomo tersebut bisa dipercaya, aman, dan legal.

BERITA TERKAIT:
Tiga Desa di Kudus Diterjang Angin Puting Beliung, Pasar dan Puluhan Rumah Rusak 
Berduaan di Kos Saat Jam Sekolah, Sepasang Pelajar di Kudus Diamankan Polisi 
Latah Tren Citayam Fashion Week, Anak Muda di Kudus Lenggak-lenggok di Zebra Cross
Sehari Tak Pulang, Warga di Kudus Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai 
Beredar Video Satpol PP Kudus Tendang Pengamen Badut, Ternyata Ini Penyebabnya 

Dari sana, korban kemudian mengikuti program lewat Telegram yakni Trading Bareng (Trabar). Diketahui, korbannya telah bergabung sekitar bulan Oktober sampai Desember 2021 yang lalu.

"Di sana korban diajari bagaimana mekanismenya, auto deposit, dan segala macam cara memakai platform tersebut," ujar dia. Awalnya korban menggunakan uang sebesar Rp 300 ribu dan ternyata benar dapat menghasilkan.

"Informasinya korban pernah menarik uang dari platform itu sampai Rp 500 juta," ujar dia.

Namun ‎setelah depositnya semakin besar, justru sebaliknya korban justru terus mengalami kerugian. "Makanya kami menduga ada orang yang mengatur di belakang. Karena dilihat grafiknya pakai ponsel hasilnya berbeda-beda," ujar dia.

Padahal korban yang masih remaja itu mendapatkan modal dari kerabat dan keluarganya.

"Totalnya ada sekitar 10 orang yang memberikan modal karena tergiur melihat keuntungannya di awal,"ujar dia.

Atas kasu‎s tersebut, pihaknya melaporkan Indra Kenz ke Polda Jawa Tengah pada tanggal 8 Maret 2022.

korban dijadwalkan pemeriksaan pada tanggal 22 Maret 2022 lalu, tetapi diundur karena yang bersangkutan sakit.

"Ini korban sedang sakit. Mungkin karena ‎trauma dan ada maag juga, jadi pemeriksaan diundur," ujar dia.

Pihaknya juga telah memberikan surat tembusan yang secara langsung telah diantar dan disampaikan kepada Kapolri, Kepala Bareskrim, dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus di Jakarta.


 


tags: #kudus #korban #remaja #indra kenz

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI