Selama Ramadhan, Vaksinasi di Cilacap akan Terus Digalakkan

Saat ini, masyarakat rindu akan suasana Ramadhan yang penuh keceriaan dan keakraban. 

Kamis, 31 Maret 2022 | 10:54 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Cilacap- Upaya melakukan percepatan vaksinasi untuk masyarakat, terus digencarkan oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap. Bahkan di bulan Ramadhan nanti, akselerasi vaksinasi termasuk booster tetap akan digenjot. 

Tentunya hal tersebut menjadi tantangan tersendiri, karena ada masyarakat yang berpandangan bahwa vaksinasi dapat membatalkan puasa.

BERITA TERKAIT:
Sejumlah Tosan Aji Kerajaan Jawa Abad Pertengahan di Pamerkan di Cilacap
74 Siswa Terpilih Sebagai Petugas Paskibraka Kabupaten Cilacap
SMAN 1 Maos Berkesempatan Wakili Indonesia di Ajang Kompetisi Ilmiah Bergengsi
Dirjenpas Sebut Insan Permasyarakatan Miliki Tugas Beragam
Pemkab Cilacap Kembali Lakukan Sosialisasi dan Pembentukan KIM

Menurut Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro salah satu cara yang dilakukan dengan menerapkan vaksinasi usai berbuka puasa. “Salah satu upaya yang dapat ditempuh yakni menerapkan strategi vaksin setelah buka puasa, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang masih ragu bahwa vaksin akan membatalkan puasa,” katanya dalam Rakor Pembahasan Percepatan vaksinasi Menjelang Mudik Lebaran Tahun 2022 di Ruang Prasanda Rumah Dinas Bupati Cilacap, Rabu (30/3/2022).

Rakor tersebut dipimpin oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, serta dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf, perwakilan Forkopimda, pejabat dan kepala OPD terkait, serta sejumlah undangan lainnya.

Sosialisasi terkait vaksin yang tidak membatalkan puasa, dinilai Eko perlu dilakukan. Hal itu perlu digalakkan baik di media mainstream maupun media sosial. Ia berharap tokoh masyarakat turut menyosialisasikan hal tersebut, sehingga pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadhan dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, Eko juga mengapresiasi vaksin boosters sebagai syarat mudik dalam upaya percepatan vaksinasi. Namun sisa stok vaksin yang mulai menipis perlu menjadi perhatian khusus agar tidak terjadi kekurangan apabila kebijakan tersebut diterapkan. “Antisipasi jelang Ramadhan, woro woro ke masyarakat untuk tetap prokes, sosialisasi vaksin tidak membatalkan puasa, vaksin booster sebagai syarat mudik, dan pantauan stok sembako untuk kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Perlu Percepatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr. Pramesti Griana Dewi menjelaskan, sasaran yang belum tervaksin booster mencapai 356.510 sasaran. 

Adapun ketersediaan vaksin pada Dinas Kesehatan per 30 Maret 2022, untuk Sinovac IP 10 sebanyak 369 vial 3.590 full dose, Astrazeneca IP 10 790 vial 7.900  full dose 15.800 half dose, dan Pfizer 1.775 vial 10.650 full dose 21.300  half dose.

Kemudian Covovax 359 vial 3.590 full dose, serta Moderna 350 vial 3.500 full dose 7.000 alf dose. 

“Khusus untuk Covovax, ini sudah hampir mendekati expired. Upaya vaksinasi akan dilakukan melalui koordinasi dengan satgas kecamatan dan desa. Sharing data by name by adress untuk diverifikasi bersama Babinsa dan Babinkamtibmas, hingga sweeping door to door atau per kelompok. “Salah satu yang cukup efektif yakni penjaringan sasaran vaksinasi melalui distribusi Bansos dan BLT. Karena mau tidak mau penerima harus vaksin sebagai syarat pengambilannya,” jelas Pramesti.

Sedangkan menurut Bupati Tatto Suwarto Pamuji, selama dua tahun pandemi Covid-19 berdampak kepada segala aspek kehidupan. Saat ini, masyarakat rindu akan suasana Ramadhan yang penuh keceriaan dan keakraban. 

Tahun ini, kata Bupati pemerintah memberikan pelonggaran, di mana masyarakat diperbolehkan melaksanakan ibadah shalat Tarawih berjamaah dan mudik lebaran. Oleh karena itu vaksin menjadi syarat mutlak agar masyarakat tetap terlindungi.

“Untuk mengahadapi masalah-masalah ini tidak semudah itu. Tingkat booster sendiri masih rendah, mau tidak mau harus ada pemeriksaan kesehatan. Saya perintahkan Satgas supaya masyarakat diingatkan, jamaah yang masuk masjid harus diperiksa thermogun. Kalau sakit tidak boleh masuk,” tandas Bupati.

Instruksi tersebut, lanjut Bupati berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap. Mengingat keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, maka Bupati Cilacap meminta Camat dan Kepala Desa untuk menyosialisasikan hal tersebut kepada takmir masjid, agar pemeriksaan suhu tubuh ini menjadi prioritas sebelum melaksanakan shalat berjamaah.


tags: #kabupaten cilacap #bupati cilacap tatto suwarto pamuji  #vaksinasi #booster #kapolres cilacap

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI