Menengok Suasana Ramadan di Madinah Arab Saudi

Asrorun Niam juga melihat tidak ada restoran yang minta buka dengan alasan ada orang yang tidak berpuasa.

Senin, 04 April 2022 | 16:28 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Madinah – Berdasarkan hasil Rukyah yang menggunakan metode dan praktek penetapan yang sama dengan di Indonesia,Pemerintah Arab Saudi menetapkan awal Ramadan 1443 H jatuh pada 2 April 2022. Oleh karena itu, umat muslim di Saudi pun bersuka cita menjalankan ibadah puasa Ramadan.  Adapun suasana Ramadan di Saudi tepatnya di Madinah tak ubah halnya dengan di Indonesia. Namun, ada beberapa hal yang menonjolkan tradisi Arab itu sendiri.

Dilandir dari situs resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (4/4), Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh membagikan pengalamannya saat berada di Madinah untuk beribadah, termasuk melaksanakan ibadah di bulan Suci Ramadan.

BERITA TERKAIT:
Waketum Imbau Jemaah Haji Indonesia Ikuti Skema Murur
MUI Ajak Masyarakat Gunakan Produk dalam Negeri
Hadiri Halal Bihalal, Pj Bupati Jepara Apresiasi Peran Ulama
Meski Ramadan Selesai, Umat Muslim Diimbau Lanjutkan Berbuat Amal Baik
Ketua MUI Angkat Bicara soal Film Horor yang Pakai Istilah Agama

Asrorun Niam melihat pelaksanaan ibadah sholat berjamaah sudah kembali normal dengan kondisi shaf dirapatkan, daya tampung maksimal, meskipun masih adanya himbuan untuk memakai masker bagi seluruh jamaah. Selain itu, ia juga melihat bahwa seluruh umat Islam di Arab Saudi mengikuti awal Ramadhan berdasarkan keputusan pemerintah.

Asrorun Niam juga menyusuri tempat-tempat yang mustajab seperti Raudhah. Saat berada di sana, ia melihat suasana yang begitu ramai bahkan ‘membludak’ sehingga diberlakukan model pendaftaran melalui aplikasi, serta dilakukannya antrian untuk menjaga ketertiban.

Saat hendak buka puasa di Masjid Nabawi, ia melihat para takmir dan para muhsinin menyediakan menu buka puasa untuk para jamaah melaksanakan buka puasa bersama. Asrorun Niam yang ikut dalam buka bersama ini merasa takjub dengan suasana jamaah yang begitu tertib mengikuti himbauan pemerintah Arab Saudi untuk tidak ngobrol saat buka bersama di Masjid Nabawi.

Setelah selesai buka bersama dengan para jamaah di Masjid Nabawi. Kiai Asrorun Niam yang kembali datang ke masjid untuk melaksanakan sholat Isya dan tarawih berjamah merasa kaget dengan kondisi Masjid Nabawi yang penuh secara maksimal, padahal masjid ini memiliki daya tampung mencapai satu juta jamaah.

Asrorun Niam yang datang sebelum Isya ini menjadi salah satu jamah yang terhalang untuk masuk ke dalam Masjid Nabawi. Tapi ia melihat para petugas begitu sigap mengarahkan jamaah ke lantai atap atau rooftop dan di halaman masjid. Akhirnya, setelah diarahkan oleh petugas, kiai Asrorun Niam dapat melaksanakan Sholat Isya dan Sholat Tarawih berjamaah di halaman Masjid Nabawi.

Solat tarawih di sana dilaksanakan dengan 11 rakaat dan saat sholat witir membaca doa Qunut. Saat Adzan, sholat berjamah, termasuk shalat tarawih di Masjid Nabawi, menggunakan pengeras suara masjid luar dengan jangkauan yang sangat luas. Sehingga, semakin terasa syiar agama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kondisi tersebut justru membuat masyarakat sekitar menyesuaikan, bukan malah meminta untuk dikecilkan. Bahkan, para pedagang dan para pelaku usaha di sekitar masjid Nabawi sampai rela menutup sementara tokonya dan menghentikan aktifitas usahanya.

Asrorun Niam juga melihat tidak ada restoran yang ‘ngotot’ minta buka dengan alasan ada orang yang tidak berpuasa. Mereka merasa tidak terganggu dengan aktifitas di bulan Ramadhan. Bahkan, malah menikmati suasana Ramadhan yang syahdu.

***

tags: #majelis ulama indonesia #madinah #arab saudi #ramadan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI