Bocah Tujuh Tahun, Putra Diplomat Indonesia di AS Tewas Tertabrak Mobil 

Tiba-tiba sebuah sedan Honda Accord emas melaju kencang keluar dari jalur menabrak mereka.

Jumat, 08 April 2022 | 20:10 WIB - Internasional
Penulis: Issatul Haniah , Fauzi. Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Washington DC - Bocah tujuh tahun Warga Negara Indonesia (WNI) tewas tertabrak mobil di Bethesda, Montgomery, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (7/4). Bocah tersebut merupakan putra pertama seorang diplomat yang bekerja di KBRI di Washington DC. 

"Benar, korban meninggal putra seorang diplomat yang bertugas di KBRI Washington DC," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faziasyah, Jumat (8/4).

BERITA TERKAIT:
Seorang Pria Ditemukan Tewas usai Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo
Seorang Pemotor Tewas akibat Kecelakaan di Jakut
Empat Orang Tewas setelah Tenggak Miras di Jember, Polisi Lakukan Penyelidikan
Bayi Perempuan di Tangsel Tewas Diduga akibat Dianiaya Ayah Kandung
Pembalap asal Sulsel Meregang Nyawa akibat Kecelakaan Dalam Final Sumatera Cup Prix

Saat kejadian, anak tersebut sedang menunggu bus sekolah Montgomery County di ujung King Charles Way dan Grosvenor Lane, bersama ayah dan saudara laki-lakinya yang masih berumur 18 bulan sekitar pukul 08.20 waktu lokal.

Tiba-tiba sebuah sedan Honda Accord emas melaju kencang keluar dari jalur menabrak mereka.

Ketiganya lalu di bawa ke rumah sakit, namun nyawa bocah tujuh tahun bernama Muhammad Elsyaf itu tidak tertolong setelah mengalami kondisi kritis. Sementara ayah dan sang adik mengalami luka ringan, dikutip NBC Washington.

Sementara itu, sang pengemudi Honda Accord berusia 82 tahun tidak mengalami cedera dan luka. Hingga kini, polisi juga belum mendakwanya.

Namun, sang sopir telah melayangkan permintaan maaf dan penyesalan.

"Saya kehilangan kendali, dan itu di luar kendali saya," kata pria itu. "[...] Saya sangat, sangat menyesal," katanya.

Saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan saat kejadian berlangsung.

"Saya mendengar benturanyang sangat kencang, dan kemudian saya mendengar seorang anak berteriak. Itu adalah teriakan panik-jeritan yang sangat buruk. Jendela saya tertutup dan saya masih bisa mendengar anak itu berteriak," kata saksi mata, Homi Erani.

Erani pun segera membantu menghubungi layanan 911 untuk permintaan tolong darurat.

***

tags: #tewas #kbri #kementerian luar negeri #diplomat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI