Tak Batalkan Puasa, Vaksinasi Booster Terus Dilaksanakan di Boyolali

Warga yang sembuh dari Covid-19 tercatat 27.484 orang atau 94,9 persen.

Minggu, 10 April 2022 | 05:28 WIB - Kesehatan
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Boyolali - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali terus melaksanakan vaksinasi penguat atau booster untuk masyarakat umum yang tersebar di 22 kecamatan di Kota Susu. Hal tersebut dilakukan meski di bulan Ramadan lantaran vaksin tak membatalkan puasa.

Sebagai informasi, vaksinasi dosis pertama di Boyolali hingga Sabtu (9/4/2022) bertambah mencapai 856.274 orang atau sekitar 102,45 persen dari total sasaran 835.772 warga. vaksinasi dosis kedua dan penguat, masing-masing mencakup 94,6 persen dan 15,36 persen dari total sasaran.

BERITA TERKAIT:
Alhamdulillah, Kasus Covid-19 di Boyolali Kembali Melandai
Capaian Vaksin Booster di Batang Baru 17,95 Persen, Dinkes: Kesadaran Masyarakat Mulai Berkurang 
Tekan Kasus PMK, Disnakkan Boyolali Targetkan Vaksinasi Sapi Selesai Awal Agustus
Vaksinasi Keempat Segera Dimulai, 4 Juta Nakes Jadi Sasaran
Mentan Tinjau Vaksinasi di Grobogan, Dukung Jateng Zero PMK

Sementara itu, vaksinasi khusus lansia dosis pertama 92.909 orang atau sekitar 78,29 persen dari total 118.670 sasaran, dosis kedua sekitar 67,51 persen, dan dosis ketiga 7,73 persen. vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama sudah melebihi target, yakni 100.537 orang atau 105 persen dari total sasaran 95.713 orang dan dosis kedua sekitar 101,5 persen.

Terkait hal itu, Kepala DKK Boyolali Puji Astuti mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi penguat pada Bulan Ramadan tetap berjalan melalui 26 puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan. “Hingga Sabtu ini sudah menyuntik (vaksin Covid-19, red.) sebanyak 84.747 sasaran (masyarakat umum, red.) ," tuturnya, Sabtu.

Puji menyebut vaksinasi penguat yang terbanyak dilaksanakan di Puskesmas Mojosongo mencapai 10.102 sasaran, kemudian Puskesmas Teras (8.821), Gladagsari (5.220), Sambi (4.595), sedangkan puskesmas lain masih di bawah 4.000 sasaran.

Meski begitu, ia mengakui adanya penurunan kegiatan vaksinasi penguat saat Bulan Puasa dibandingkan sebelum Ramadhan yang bisa mencapai ratusan sasaran per hari di 26 puskesmas. Sosialisasi program vaksinasi juga tetap dilaksanakan kepada masyarakat oleh Dinkes Boyolali melalui puskesmas bekerja sama dengan satgas kecamatan dan desa.

"Kami bekerja sama pemerintah kecamatan dan desa tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat yang ingin vaksinasi penguat selama Bulan Puasa," katanya.

Puji juga mengatakan permintaan vaksinasi penguat untuk pekerja pabrik, pedagang di pasar, dan kegiatan masyarakat saat mengambil bantuan langsung tunai telah dilaksanakan. Dia mengimbau masyarakat yang belum divaksin agar segera mengikuti program itu, baik dosis pertama, kedua, maupun ketiga (penguat). Hingga saat ini, masih ada persediaan vaksin di Boyolali.

Lebih lanjut, ia menjelaskan manfaat vaksinasi penguat bagi masyarakat untuk mewujudkan kekebalan komunal dari penularan Covid-19 di wilayah tersebut. "Khusus vaksinasi dosis ketiga atau penguat berbeda dengan vaksinasi primer dosis pertama dan kedua. Kami melayani vaksinasi penguat sesuai permintaan masyarakat yang ingin divaksin," terangnya.

Puji menambahkan, kasus aktif baru Covid-19 di Boyolali hingga Sabtu ini, bertambah dua kasus sehingga totalnya menjadi 28.953 kasus. Sebanyak 15 kasus aktif saat ini, meliputi sembilan kasus dirawat di rumah sakit dan enam kasus isolasi mandiri.

Warga yang sembuh dari Covid-19 tercatat 27.484 orang atau 94,9 persen dari total kasus aktif dan angka kematian 1.453 kasus. Sebagian besar wilayah Boyolali masuk zona hijau pandemi Covid-19.


tags: #vaksinasi #booster #ramadan #boyolali

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI