Anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM memberikan bahan bacaan dalam  sosialisasi empat pilar, Jumat (15/04) di Kafe Warga Lokal, Semarang.

Anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM memberikan bahan bacaan dalam sosialisasi empat pilar, Jumat (15/04) di Kafe Warga Lokal, Semarang.

Agustina Wilujeng  Paparkan Empat Pilar dalam Teladan Semangat Kartini

''Empat Pilar Kebangsaan dapat ditempuh melalui penafsiran dinamis sejarah kepahlawanan.''

Jumat, 15 April 2022 | 20:53 WIB - Politik
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

KUASAKATACOM, SEMARANG – Selama bulan April, banyak kegiatan dengan tema perempuan digelar untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Interpretasi lebih mendalam menunjukkan bahwa semangat kejuangan Kartini bahkan melampaui isu perempuan.

“Surat-surat Kartini, yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, memberikan teladan tentang kesatuan persatuan dan pendidikan ideologis kebangsaan,” kata anggota MPR dari PDI Perjuangan Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM.

BERITA TERKAIT:
Agustina Wilujeng Gagas Ekonomi Kreatif Berbasis Empat Pilar Kebangsaan
Agustina Wilujeng Sarankan Perkuat Empat Pilar secara Kreatif
Hari Ini, DPD PDI Perjuangan Jatim Studi Banding ke DPD PDIP Jateng Terkait Komandante Stelsel
Selamatkan Situs-Situs Memori Sejarah Sukarno
Di Parapat, Bung Karno Mengatur Republik dari Balik Bilik

Agustina menyampaikan hal itu pada forum Sosialiasi Empat Pilar, yang digelar di Kafe Warga Lokal, Banyumanik,  Semarang, Jumat (15/4). Hadir sebagai narasumber, anggota DPRD Kota Semarang V Djoko Riyanto SE, Ketua IJTI Jateng Dr Teguh Hadi Prayitno, Ketua KPID Jateng Aulia Muhammad SS, dengan moderator Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Goenawan Permadi MA.

Agustina menegaskan, institusionalisasi paham NKRI dan konstitusi sebagaimana tercantum dalam Empat Pilar Kebangsaan dapat ditempuh melalui penafsiran dinamis sejarah kepahlawanan.

“Maka, mengisi bulan April dengan meneladani semangat Kartini penting sebagai refleksi keindonesiaan,” kata dia, yang juga kandidat doktor Sejarah Undip itu.

Aku tahu jalan yang hendak aku tempuh ini sukar. Banyak duri dan onaknya. Begitu juga banyak lobang dan berliku.… Biarpun aku tidak beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, aku akan mati dengan perasaan bahagia. Sebab, jalannya telah dirintis,” kata Agustina, mengutip salah satu paragraf surat Raden Ajeng Kartini kepada sahabatnya yang berkebangsaan Belanda, Estella Helena Zeehandelaar (Stella) pada 1900.

Semangat juang untuk merdeka dan mandiri itu selaras dengan kerangka empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Perhatian Kartini terhadap local genius, seperti tertuang dalam artikelnya berjudul ‘’Handschrift Japara’’, menjadi pedoman tentang batik dalam buku De Batikunst in Nederlandsch en hare Geschiedenis.

“Telaah pada local genius itu sejalan dengan paham Bhinneka Tunggal Ika. Jika Kartini sudah melakukannya dengan luar biasa, kita yang hidup berabad-abad kemudian seharusnya melanjutkannya dengan langkah lebih maju,” tegasnya.

Di depan peserta dari kalangan muda itu, dia menandaskan pentingnya mempelajari nilai-nilai kejuangan untuk memupuk pemahaman Empat Pilar. “Mempelajari Sukarno misalnya, tidak akan ada habisnya sebagai inspirasi pencerahan Empat Pilar,” lanjut Agustina.

Dengan demikian, terbangun satu kontinum benang merah kesejarahan untuk Indonesia masa depan berdasarkan pemahaman empat pilar. ***


tags: #agustina wilujeng #kartini #sosialisasi empat pilar #empat pilar kebangsaaan

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI