Menkumham Yasonna: Pemasyarakatan Harus Wujudkan Napi Berketerampilan & Produktif

Pemasyarakatan harus mampu menjembatani para napi dengan lingkungan sosialnya.

Rabu, 27 April 2022 | 09:17 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta – Pemasyarakatan sebagai institusi yang turut bertugas dalam pemajuan dan pembangunan sumber daya manusia dituntut untuk lebih aware terhadap kondisi pandemi covid-19. Hal ini mengingat terdapat 267.448 narapidana dan tahanan yang masuk kategori usia produktif. Pemasyarakatan harus adaptif dan inovatif, tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama dalam pelaksanaan program Pemasyarakatan. 

“Kita harus memikirkan cara mengubah tantangan besar tersebut menjadi peluang untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penyesuaian program pelatihan napi dengan kesempatan kerja yang tersedia,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H Laoly, dalam acara Syukuran Menuju 58 Tahun Pemasyarakatan, Selasa (26/4) di The Hotel Sultan, Jakarta.

BERITA TERKAIT:
Pasca Libur Idulfitri, Menkumham Yasonna Ingatkan Jajaran Kembali Bekerja Capai Target yang Ditetapkan
182 Narapidana Lapas Brebes Terima Remisi Khusus Hari Raya Idulfitri
Kalapas Brebes Ikuti Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-58 Secara Virtual
Menkumham Yasonna: Pemasyarakatan Harus Wujudkan Napi Berketerampilan & Produktif
Menkumham Yasonna Temui Warga Filipina yang Tinggal di Indonesia

Diakui Yasonna, berbagai permasalahan dan pencapaian yang silih berganti kian mendewasakan dan menguatkan institusi ini. Rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-58 bertema “Pemasyarakatan PASTI dan BerAkhlak, Mewujudkan Indonesia Maju” merupakan komitmen nyata untuk perlahan-lahan menjawab berbagai tantangan untuk kembali bangkit dan pulih dari hantaman pandemi COVID-19.

Ia memerintahkan Pemasyarakatan harus mampu bertransformasi menjadi institusi yang mampu menciptakan manusia yang berketerampilan dan memiliki produktivitas tinggi sehingga sudah siap untuk berkompetisi, baik di level nasional maupun global. Jangan sampai kembalinya narapidana di tengah masyarakat tidak dibarengi dengan upaya peningkatan kesejahteraannya. Tentu akan berpotensi besar terjadinya residivisme karena ketidakmampuannya untuk bersaing di tengah masyarakat. 

“Pemasyarakatan harus mampu menjembatani para napi dengan lingkungan sosialnya. Sudah saatnya program pemberdayaan masyarakat ditingkatkan. Upaya promosi sebelum para narapidana ini benar-benar terjun ke masyarakat juga perlu dioptimalkan,” jelasnya.

Tak lupa, ia megucapkan terima kasih terhadap seluruh pihak yang telah membantu, mendukung, dan mendampingi institusi Pemasyarakatan dalam melakukan upaya-upaya perbaikan. 

“Semoga di bawah naungan panji Pemasyarakatan, kita dapat terus bekerja dengan penuh dedikasi. Memiliki komitmen dan integritas bagi pemajuan Sistem Pemasyarakatan,” tegas dia.

Syukuran Menuju 58 Tahun Pemasyarakatan turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Intelijen Negara, Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua Ombudsman, Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme, Kepala Badan Narkotika Nasional, serta perwakilan Kepolisian Negara RI dan Badan Pemeriksa Keuangan. 

Hadir pula Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, serta perwakilan United Nations Office on Drugs and Crime, Kementerian Agama, dan mitra kerja Pemasyarakatan lainnya, baik secara langsung maupun virtual.

“Capaian Pemasyarakatan hingga hari ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan, dan kerja sama yang baik dari masyarakat, stakeholder, dan mitra kerja Pemasyarakatan,” tutur Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga.

Acara ini turut menampilkan Prison Art Show hasil karya dan tari kreasi napi. Disampaikan pula omset penjualan program One Day, One Prison’s Product dan pengundian doorprize bagi pembeli dalam program tersebut terhitung tanggal 23 Maret-22 April 2022. Program ini sukses mengenalkan dan pemasarkan produk hasil karya WBP kepada masyarakat serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam peringatan HBP Ke-58 sekaligus memberikan tambahan premi bagi WBP dan Penerimaan Negara Bukan Pajak dari hasil penjualan produk WBP. 

“Hasil yang telah diperoleh antara lain terdapat 3.245 transaksi, 660.159 produk terjual dengan total omset sebesar Rp3.084.607.553 (tiga milyar delapan puluh empat juta enam ratus tujuh ribu lima ratus lima puluh tiga rupiah). One Day, One's Prison Product menjadi semangat baru untuk mendorong akselerasi pertumbuhan produksi, khususnya hasil karya WBP. Tidak cukup hanya produktif, tapi Pemasyarakatan harus promotif dan informatif kepada masyarakat,” harap Reynhard.


tags: #menkumham #yasonna #pembangunan sumber daya manusia

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI