Dibandingkan Tahun Lalu, Penjualan Volvo Bulan April Mengalami Penurunan

Amerika Serikat turun 9,2 persen dan Eropa turun 23,3 persen.

Rabu, 04 Mei 2022 | 23:55 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, penjualan bulanan Volvo Car Group pada April 2022 mengalami penurunan 24,8 persen. Turunnya penjualan itu dikarenakan adanya penutupan wilayah atau lockdown di China.

Tidak hanya itu saja, faktor lainnya yang membuat turunnya penjualan Volvo itu yakni masalah rantai pasokan yang menghambat produksi.

BERITA TERKAIT:
Sukses di 10 Negara, Polestar akan Rilis Model SUV
Mitsubishi Motors dan Nissan Motor Luncurkan Mobil Listrik Model Mikro Murah
CPU Terlalu Panas, Tesla "Recall" Produknya
Bersiap! Bandara Semarang Bakal Hadirkan Mobil Listrik untuk Angkutan Penumpang
Dibandingkan Tahun Lalu, Penjualan Volvo Bulan April Mengalami Penurunan

Penjualan Volvo di China, seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (4/5/2022), mengalami penurunan 47,8 persen pada April, sementara di Amerika Serikat turun 9,2 persen dan Eropa turun 23,3 persen. Hal itu disampaikan Volvo dalam sebuah pernyataannya.

"Pada April, lockdown di China akibat COVID-19 berdampak pada pengiriman ritel dan menambah tantangan pada rantai pasokan global yang sudah melemah. Ini mengakibatkan hilangnya produksi tambahan," tulis Volvo.

Meski mengalami penurunan, namuan menurut Volvo permintaan tetap kuat dan pangsa mobil listrik secara keseluruhan naik menjadi 10 persen dari 9 persen pada Maret.

Untuk diketahui, perusahaan yang berbasis di Gothenburg, Swedia itu, memiliki target agar 50 persen penjualannya merupakan mobil listrik murni pada pertengahan dekade ini.

Volvo pada pekan lalu, juga melaporkan laba yang melampaui perkiraan meskipun kekurangan chip dan biaya produksi menjadi lebih tinggi karena perang di Ukraina.


tags: #mobil listrik #volvo #china #amerika serikat

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI