Jurnalis Aljazeera Tewas di Tepi Barat, IJTI Ingatkan Ancaman Kemerdekaan Pers di Dunia

IJTI mengecam dan mengutuk segala bentuk kekerasan kepada para jurnalis di berbagai belahaan dunia.

Kamis, 12 Mei 2022 | 21:17 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Kekerasan terhadap jurnalis di berbagai belahan dunia hingga saat ini terus terjadi. Kali ini kekerasan menimpa Shireen Abu Akleh (51), jurnalis veteran Al jazeera

Shireen Abu Akleh tewas ditembak oleh tentara Israel saat meliput serangan militer Israel di sebuah kamp Palestina di Tepi Barat. 

BERITA TERKAIT:
Jurnalis Aljazeera Tewas di Tepi Barat, IJTI Ingatkan Ancaman Kemerdekaan Pers di Dunia
Dorong Ekonomi Lokal, FTA Center Semarang Bantu UMKM Lokal Ekspor Produk
Pekan Komunikasi, Ukom Unimus Siap Lahirkan Jurnalis Muda Handal
Covid-19 Kembali Bertambah, IJTI Minta Perusahaan Media dan Jurnalis Patuhi Prokes
IJTI Korda Muria Raya Adakan Lomba Foto dan Video, Dua Santri Jadi Juaranya

Peristiwa ini sekaligus menodai kemerdekaan pers sedunia yang baru saja dirayakan awal bulan Mei lalu. Tewasnya Shireen Abu Akleh akibat konflik Israel dan Palestina semakin menambah daftar jurnalis yang dibunuh di dunia. 

Dalam kurun waktu 10 tahun setidaknya ada 562 jurnalis di dunia yang dibunuh. Sementara pada tahun 2021 ada sebanyak 45 jurnalis yang tewas di bunuh di seluruh dunia. 

Tewasnya Shireen Abu Akleh serta jurnalis lainnya di berbagai belahan dunia saat menjalankan tugas mulianya menjadi bukti betapa masih rentannya keselamatan bagi para jurnalis.

Dunia telah bersepakat bahwa profesi jurnalis adalah profesi yang harus dilindungi dan terbebas dari segala intervensi. Kasus kekerasan yang menimpa jurnalis saat menjalankan tugasnya harus menjadi perhatian seluruh dunia. Karena situasi ini menjadi ancaman serius bagi kemerdekaan pers di seluruh dunia.  

Oleh itu, Ikatan jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melalui keterangan persnya, Kamis (12/5/2022), mengatakan menaruh perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa para jurnalis tidak hanya di dalam negeri namun juga di berbagai belahan dunia terutama tewasnya Shireen Abu. 

Atas tragedi tersebut, Ikatan jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan beberapa hal antara lain. Pertama IJTI Menyampaikan keprihatinan serta duka yang mendalam atas meninggalnya Shireen Abu Akleh saat meliput konflik Israel dan Palestina.

Kedua IJTI mengecam dan mengutuk segala bentuk kekerasan kepada para jurnalis di berbagai belahaan dunia.

Poin ketiga, IJTI meminta kepada badan dunia untuk komitmen menjaga dan melindungi para jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya.

Pada poin keempat, IJTI mendesak otoritas dunia agar dilakukan investigasi mendalam dan transparan terhadap kasus tewasnya Shireen. 

Kelima IJTI mengajak seluruh organisasi jurnalis di dunia untuk bersatu melawan berbagai kekerasan terhadap jurnalis.

Serta poin terakhir, IJTI menyerukan kepada seluruh jurnalis di Indonesia dan di dunia untuk mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugasnya.



tags: #ijti #jurnalis #al jazeera #palestina #israel

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI