Bea Cukai Semarang Sebut Demak Jadi Perlintasan Rokok Ilegal

“Kalau pelaku produsen rokok ilegal tidak ada di Demak, tapi kalau penjual rokok ilegal dengan jumlah kecil ada. Biasanya di warung-warung atau pedagang kaki lima,” katanya.

Minggu, 15 Mei 2022 | 12:54 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Demak -  Kasi Layanan Informasi Bea Cukai Semarang Nurhaeni Hidayah, Jum’at (13/05/22) dalam sebuah acara talkshow yang diselenggarakan sebuah radio menyebut tidak di dapati pengusaha rokok ilegal di wilayah Kabupaten Demak.

Hanya saja, ditemukan penjual rokok ilegal di warung dan kaki lima dengan jumlah kecil. 

BERITA TERKAIT:
Kota Semarang Peroleh 100 Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak
Hujan Gol Warnai Turnamen Usee Sports Futsal Challenge 2022 Regional Semarang
Hari Pertama Usee Sports Futsal Challenge 2022 Regional Semarang, Sejumlah Tim Langsung Tancap Gas
Polrestabes Semarang Tangkap Tujuh Pria Penggelapan Barang Ekspedisi Senilai 1 Miliar
Enam Fakta Menarik Grup Musik Nasida Ria: Didirikan Guru Qiraat, Turun-temurun Hingga Generasi Keempat 

“Kalau pelaku produsen rokok ilegal tidak ada di Demak, tapi kalau penjual rokok ilegal dengan jumlah kecil ada. Biasanya di warung-warung atau pedagang kaki lima,” katanya.

Dirinya menyampaikan, Demak ini hanya sebagai tempat perlintasan saja. Sebagian besar para produsen rokok ilegal berasal dari arah timur. Adapun indikasi rokok ilegal, yang pasti harganya lebih murah. 

Kadang ilegalnya bukan namanya yang aneh dan lucu tapi karena menggunakan pita cukai bekas, cukai bukan peruntukannya, cukai palsu dan polosan atau tanpa cukai.

Sementara Kabid Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Demak Sardi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi peredaran rokok ilegal. Salah satunya melalui kegiatan operasi yustisi pengumpulan informasi barang kena cukai.

“Saat pelaksanaan yustisi kami dari Satpol PP juga bekerjasama dengan Tim penegakan hukum Kabupaten Demak dan Kantor Bea Cukai Semarang," katanya. Pelaksanaan yustisi dengan mengedepankan rasa humanis, edukasi dan memberi himbauan untuk tidak menjual rokok ilegal.

"Biasanya jika sudah kita datangi satu kali mereka sudah jera tidak menjual lagi,” terangya.

Lebih lanjut dirinya berharap dengan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk pemberantasan rokok ilegal, nanti kedepannya dapat mengurangi peredaran rokok ilegal yang ada di Kabupaten Demak dan tidak merugikan Negara dari segi cukainya.


 


tags: #semarang #rokok ilegal # bea cukai

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI