Usai Rontokan Padi, Petani di Grobogan Tewas Tenggelam di Embung

Kedua temannya sempat melihat tangan korban melambai ke atas, mereka mengira itu lambaian ajakan untuk segera ikut mandi.

Minggu, 15 Mei 2022 | 15:04 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Grobogan - Seorang petani warga Desa Sugihan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di embung Desa Mayahan, Tawangharjo. 

Korban bernama Sugianto diketahui baru saja selesai bekerja merontokan padi di sawah dekat embung tersebut. Korban sebelumnya bekerja bersama kedua temannya, yakni Agus Mulyono, 29 tahun dan Karsipan, 40 tahun di sawah yang berjarak sekitar 30 meter dari embung.

BERITA TERKAIT:
Baru Diresmikan Dua Hari, Agrowisata Petik Buah di Blora Raup Rp50 Juta 
Petani Grobogan Diduga Tewas Tersambar Petir, Pakaian Gosong Bekas Terbakar 
Dua Petani di Kebumen Terseret Arus Sungai Giritirto
Masuk Musim Pancaroba, Para Petani Ikan Diingatkan DKPPP Temanggung untuk Waspada
Petani di Sumut Diajak MenKopUKM Gabung Koperasi Sawit

Setelah selesai, Sugianto kemudian berjalan menuju embung bermaksud membersihkan diri. Saat itu korban berjalan di depan sendiri ke lokasi embung. Sementara kedua temannya berjalan di belakangnya agak jauh mengikuti korban. Saat itu diduga Sugianto tidak mengetahui kedalaman embung.

Sehingga dia langsung menceburkan diri ke embung untuk membersihkan diri. Kontan tubuh Sugianto tenggelam ke dalam embung. Kedua temannya sempat melihat tangan korban melambai ke atas, mereka mengira itu lambaian ajakan untuk segera ikut mandi.

Namun ketika melihat tubuh korban tak muncul kembali, kedua saksi panik dan segera meminta tolong kepada warga dan petani lainnya di dekat embung. Agus dan Karsipan pun segera menceburkan diri ke embung sedalam 3 meter mencoba menolong korban yang tenggelam.

Upaya kedua saksi mencari tubuh Sugianto akhirnya mendatangkan hasil. Tubuh korban ditemukan di tengah-tengah embung.

Keduanya segera mengangkat tubuh korban ke pinggir embung, namun pria berusia 38 tahun tersebut ternyata sudah tidak bernafas. Kejadian tersebut segera dilaporkan warga ke perangkat desa.

Rustiono, 51 tahun, Perangkat Desa Mayahan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mayahan. Kapolsek Tawangharjo, AKP Abbas bersama anggota dan tim Inafis Polres Grobogan serta petugas medis Puskesmas Tawangharjo mendatangi lokasi.

“Kejadian Jumat sekira pukul 16.15 WIB. Korban diduga tidak bisa berenang sehingga tenggelam di embung. Keluarga korban menerimakan kejadian ini dan segera memakamkan korban,” jelas AKP Abbas.


 


tags: #petani #tenggelam #meninggal dunia

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI