Anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM menyerahkan cindera mata kepada  seorang peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Sabtu (14/05) di Warung Wakjo, Semarang.

Anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM menyerahkan cindera mata kepada seorang peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Sabtu (14/05) di Warung Wakjo, Semarang.

Agustina Wilujeng: Praktik Etika Kebangsaan akan Mengakselerasi Mutu Kehidupan

Praktik norma kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari yang akan mengakselerasi mutu kehidupan kita

Sabtu, 14 Mei 2022 | 17:16 WIB - Politik
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

KUASAKATACOM, SEMARANG - Empat pilar kebangsaan sebagai fondasi kehidupan bernegara membutuhkan simpul pengikat agar lebih kuat menyangga rumah Indonesia. Simpul ikatan itu adalan implementasi Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dan implementasi itu harus diwujudkan dari level paling atas sampai bawah, sehingga terjadi kesinambungan praktik norma dan etika kebangsaan tersebut.

Hal di atas dinyatakan Anggota MPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM saat memberikan pengantar diskusi sosialisasi empat pilar Kebangsaan di Warung Wakjo Semarang, Sabtu 14 Mei 2022.  Sosialisasi yang diikuti 40-an tokoh generasi muda dari Semarang itu, menghadirkan Anggota DPRD Semarang V Djoko Riyanto, Ketua KPID Jateng Aulia Muhammad, Pemred Suara Merdeka Gunawan Permadi, dan dimoderatori Ketua IJTI Jateng Dr Teguh HP.

BERITA TERKAIT:
Hampir 17 Tahun, Ganti Rugi Korban Lumpur Lapindo Tak Kunjung Selesai
Sekjen PAN: Zulkifli Hasan akan Tunjuk Penggantinya di Kursi Wakil Ketua MPR 
Agustina Wilujeng: Praktik Etika Kebangsaan akan Mengakselerasi Mutu Kehidupan
Agustina Wilujeng: Empat Pilar Memperkokoh Keunggulan Bangsa
MPR RI akan Gelar Lomba Vokal dan Visualisasi Lagu 'Pancasila Edukasi' Antar Desa

‘’Tokoh masyarakat, terutama generasi muda, adalah modal sosial, ikatan yang paling kuat untuk menjadi penyangga Empat Pilar Kebangsaan. Jika para tokoh muda ini menjadi contoh perilaku kebhinekaan, etika Pancasila di masyarakat, maka akan tercipta efek domino praktik norma kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, yang akan mengakselerasi mutu kehidupan kita,’’ tegasnya.

Para tokoh masyarakat, terutama dari kalangan generasi muda atau milenial adalah modal sosial bagi ketahanan masyarakat dan bangsa. Dua konsep dan realitas yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan masyarakat. Kapital sosial wujud dalam keperangkatan, kepranataan dan nilai-nilai sosial di masayakat, yang merupakan sumber daya bagi pembangunan masyarakat.

Ibarat penyangga bangunan rumah, Empat Pilar Kebangsaan harus kokoh. Pemahaman masyarakat pun harus kuat untuk bisa diterapkan dalam kehidupan riil sehari-hari.

"Di sinilah peran kunci tokoh muda, sebagai opinion leader, juga pembentuk opini, sehingga oase bagi masyarakat yang butuh contoh, butuh panduan, tentang bagaimana seharusnya implementasi dari etika kebangaan itu,’’ tandas Agustina.

Ketua Umum IKA FIB Undip itu juga menjelaskan, empat pilar yang  meliputi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika adalah satu kesatuan tak terpisahkan, yang  simpul-simpul pengikat ada pada para tokoh masyarakat, terutama aktivis muda.

"Forum-forum seperti ini sebetulnya bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk membangun jejaring sinergis. Sehingga, para  aktivis muda juga membangun kekuatan jaringan yang lebih luas. Ini penting untuk saling menguatkan dan mengeksplorasi ruang kegiatan,  sekaligus menjadi jawaban dari peertanyaan masuyarakat,’’ tandas Agustina yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Agustina menjelaskan bahwa kondisi sekarang yang membuat informasi bergerak sangat cepat membuat warga terasing satu sama lain. Semua sibuk dengan urusan sendiri-sendiri, terjebak pada kepentingan pribadi dan kelompok, menjadi egois, sehingga kadang abai pada kepentingan yang lebih besar, yakni bangsa. Situasi yang demikian ini membutuhkan simpul, pengepul, yang kemudian menjadi jujugan dari prilaku yang sesuai dengan etika kebangsaan.

‘’Tantangan ke depan lebih berat, karena zaman ini seperti memaksa kita untuk jadi egois. Tapi, hal itu harus kita lawan, kita tidak boleh egois, kita harus menjadi contoh bagi warga tentang praktik etika kebangsaan, watak yang bhinneka, karakter yang pancasila, dan norma yang sangat mengedepankan persaudaraan. Dengan itulah warga akan mendapatkan harapan, dan ke depannya, meningkatkan mutu kehidupan bersama,’’ tutupnya yang disambut tepuk tangan peserta.


tags: #mpr ri #agustina wilujeng #sosialisasi empat pilar

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI