Pedagang Daging Sapi di Banjarnegara Keluhkan Omzet Turun Sampai 70 Persen 

Mereka bahkan mengaku rugi karena penurunan sampai 70 persen.

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:08 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Banjarnegara - pedagang daging sapi di Kabupaten Banjarnegara mulai mengeluhkan penurunan omzet seiring dengan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Mereka bahkan mengaku rugi karena penurunan sampai 70 persen. Akibat penutupan pasar hewan, pedagang mengaku kesulitan stok daging sapi untuk dagangan, dan terpaksa mengambil dari luar kota. 

BERITA TERKAIT:
2023, Pemprov Jateng Targetkan Vaksinasi 2,4 Juta Ternak untuk Cegah PMK
Belasan Sapi Mati karena PMK, Seluruh Pasar Hewan di Blora Tutup
Setelah PMK, Peternak Kini Dihantui Penyakit Cacar Kulit pada Hewan Ternak 
Alhamdulillah, Boyolali Nol Kasus Penyakit Mulut dan Kuku
Kasus PMK Melandai, Lima Pasar Hewan Boyolali Dibuka Kembali

Pada sisi lain, pedagang mengalami penurunan omzet hingga 70 persen dari hari biasa. Jika dalam sehari bisa memotong dua ekor sapi, namun sekarang hanya bisa memotong satu ekor sapi.  

“Itu pun tak bisa habis dalam sehari, kondisi pasar dan lapak daging saat ini sepi pembeli,” kata pedagang daging sapi, Haryati, Selasa (17/5/2022). 

Langganan hanya sejumlah rumah makan dan acara hajatan warga. Itu pun membeli dalam jumlah eceran. Untuk harga daging sapi di Banjarnegara saat ini mencapai Rp150.000 per kilogram. 

Harga diprediksi akan terus naik jika terjadi kelangkaan sapi untuk dipotong. Sepinya pembeli karena banyak warga takut sapi yang dipotong terjangkit PMK.  

pedagang menjamin stok sapi yang dijual telah melalui proses pemeriksaan pihak berwenang di pusat pemotongan hewan, sehingga daging dijamin aman, dan sehat untuk dikonsumsi 

***

tags: #pmk #omzet #pedagang #daging sapi #banjarnegara

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI