Marak PMK Jangkiti Ternak, Sri Mulyani Tinjau Pasar Hewan Prambanan

DPKPP Kabupaten Klaten terus melakukan tindakan dan pemantauan terhadap sapi yang terkonfirmasi dan suspect PMK.

Rabu, 18 Mei 2022 | 18:10 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Klaten - Bupati Klaten Sri Mulyani didampingi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, tim penyuluh hewan, dokter hewan dan Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap hewan yang datang ke Pasar Hewan Prambanan, Selasa Pon (17/05/2022). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka waspada penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berdasarkan SOP yang berlaku, Bupati Mulyani mengatakan bahwa setiap pintu masuk ke Pasar Hewan Prambanan ini petugas atau tim dokter sudah menjaga dan mengecek kondisi sapi yang akan masuk (Pasar Hewan Prambanan).

BERITA TERKAIT:
Kasus 50 Ekor Bangkai Kambing di Kali Serang, Sudah Busuk dari Sumatra lalu Dibuang di Semarang 
Hewan Ternak Kelompok Tani Sri Mulih di Salatiga Jalani Vaksinasi PMK
Jateng Peroleh Tambahan Vaksin PMK, Capai 75.500 Dosis
Kota Semarang Peroleh 100 Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak
Masih Ada PMK, Persediaan Hewan Kurban di Jateng Surplus 26 Ribu Ekor

“Kondisi hewan sehat atau tidak dan secara langsung saya lihat kondisi sapinya bagus dan sehat,” tuturnya.

Orang nomor satu di Pemkab Klaten itu menuturkan, PMK tidak berpengaruh, terbukti kurang lebih terdapat 400 sapi yang datang pasaran Selasa Pon di Pasar Hewan Prambanan. Ia menjelaskan bahwa kasus terkonfirmasi saat ini di Kabupaten Klaten sejumlah enam sapi diantaranya empat Sapi di Kecamaan Kemalang dan dua Sapi di Karanganom keadaanya sehat dan sudah mau makan.

Kemudian, lanjut dia, untuk suspect sejumlah 33 ekor yang tersebar di Kecamatan Kemalang sejumlah 30 ekor dan tiga ekor di Kecamatan Jatinom. Ia menyebutkan bahwa DPKPP Kabupaten Klaten terus melakukan tindakan dan pemantauan terhadap sapi yang terkonfirmasi dan suspect PMK agar tidak menyebar ke ternak yang lainnya.

“Peternak semua tetap tenang dan tidak usah khawatir dengan kondisi PMK yang ada di Klaten atau Indonesia. Kondisi di Kabupaten Klaten terkendali aman dari PMK, kalau diketahui ada hewan sakit memiliki gejala atau suspect dari DKPP langsung gerak cepat untuk disterilkan atau diisolasi biar peternak dan kita yang melaksanakan Iduladha bisa kondusif,” sambungnya.

Widodo (47) salah satu peternak asal Prambanan Sleman Peternak yang melakukan transaksi di Pasar Hewan Prambanan mengaku tetap waspada dengan PMK dan tetap mencari sapi yang sehat dan yang terlihat sakit tidak berani untuk membeli.

“Alhamdulillah selama ini untuk akhir-akhir pasaran ini belum ditemukan yang seperti itu (gejala PMK),” tukasnya.


tags: #pmk #bupati klaten #pasar hewan #dpkpp #ternak

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI