Buku "Sesepuh Berbagi" Resmi Dilaunching, Kanwil Kemenkumham Jateng Turut Berkontribusi

Masing-masing cerita memuat tentang pesan, keteladanan , semangat kerja.

Kamis, 19 Mei 2022 | 02:59 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Para sesepuh Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kemenkumham RI resmi melaunching buku Sesepuh Berbagi pada Rabu (18/5).

Secara perdana, kemudian buku tersebut disosialisasikan dan dibedah kepada jajaran Kanwil Kemenkumham Jateng.

BERITA TERKAIT:
Dorong Pembinaan Kemandirian Napi, Kemenkumham Jateng Tanam Bibit  Pisang Cavendish di Lapas Slawi
Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng Kunjungi Lapas Brebes
Lima UPT Kanwil Kemenkumham Jateng Peroleh Kendaraan Dinas dari Pemerintah Pusat
Kanwil Kemenkumham Jateng Beri Penghargaan ke Boyamin Saiman, Atas Jasa Pelestari Budaya Ki Narto Sabdo
Pengurus POP Kanwil Kemenkumham Jateng Dikukuhkan, Ini Harapan Menkumham

Banyak makna dan sarat ilmu yang bisa diterapkan khususnya bagi petugas Pemasyarakatan.

Bertajuk Penguatan Kepemimpinan dan Sosialisasi Buku Sesepuh Berbagi, kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kresna Basudewa Kanwil Kemenkumham Jateng.

Mantan Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Hasanuddin Massaile, mengawalinya dengan memberikan penyegaran terkait Hukum Nilai Tambah.

Ia mengatakan sebenarnya para pemimpin yang hadir pasti sudah mengetahui namun hal ini diperlukan sebagai penyegaran.

“Intinya adalah pemimpin memberikan nilai tambah dengan melayani orang lain,” kata Hasanuddin.

Saat ini menurutnya, di seluruh dunia topiknya adalah bagaimana pemimpin itu melayani orang-orang baik itu bawahan, atasan, maupun masyarakat.

Pada kesempatan ini, Hasanuddin memberikan materi tentang Pemimpin pada umumnya, lalu membahas kepemimpinan tokoh bernama Sinegal, Kepemimpinan Yang Dipelajari Sejak Awal, dan Pemberian Nilai Tambah Untuk Mengubah Kehidupan.

Terakhir ia berpesan untuk selalu menuntut ilmu karena akan bermanfaat dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat ke depannya.

“Tuntutah ilmu terus, sekolah terus. Karena ilmu itu tidak ada habis-habisnya. Karena persaingan ke depan akan semakin luar biasa,” tutur pria 76 tahun ini.

Pemaparan dilanjutkan oleh mantan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Mardjaman, yang bercerita tentang sejarah pembuatan buku Sesepuh Berbagi.

Diawali dengan para sesepuh yang ingin mencoba untuk menyusun pengalaman-pengalaman selama mengabdi yang ternyata disambut baik oleh Dirjen Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga.

Hal ini tentu menambah semangat para sesepuh untuk merilis buku tersebut.

Kemudian, Mardjaman menceritakan sebanyak 23 dari 30 anggota telah menyampaikan tulisan yang akhirnya terbitlah buku setebal 357 halaman tersebut.

“Masing-masing cerita memuat tentang pesan, keteladanan , semangat kerja, dan ada makna di dalamnya,” jelas Mardjaman.

Terakhir, mengutip perkataan Nabi Sulaiman, ia berpesan kepada para Kepala.UPT untuk selalu bersyukur dan tidak kufur nikmat terhadap jabatan yang diemban.

“Kedudukanku adalah ujian bagiku apakah aku bersyukur atau aku kufur, jadi kedudukan boleh bangga tapi bukan sesuatu yang dibangga-banggakan,” pesannya.

Lebih lanjut, mantan Direktur pada Ditjen Pemasyarakatan, Murdiyanto, mengatakan bahwa banyak sekali kontribusi jajaran Kanwil Kemenkumham Jateng dalam proses penyusunan buku ini.

Ia mengambil contoh kepala Kanwil Kemenkumham Jateng A Yuspahruddin, yang mendukung penuh terbitnya buku bercover lilin ini.

Selain itu, Kepala Lapas Ambarawa Agus Heryanto, juga berkontribusi membuat salah satu ilustrasi di dalam buku. Kepala Rutan Banyumas Agung Nurbani, membantu proses dari tercetaknya buku sewaktu bertugas di Lapas Cibinong sebagai sekretariat tim penyusun buku.

Ada juga mantan Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Muqowimul Aman, menerangkan arti dari cover buku Sesepuh Berbagi.

Ia menjelaskan mengapa tim memilih dua lilin menyala sebagai cover.

“Kenapa tim memilih cover ini karena ada beberapa makna yang bisa diambil,” ujarnya 

“Dari judulnya Sesepuh Berbagi, apa yang dibagikan, tentu bukan materi. Yaitu tergambar dengan nyala lilin yang dibagikan dari lilin pertama ke lilin berikutnya. Diharapkan bapak ibu sekalian juga akan membagikan ke lilin berikutnya lagi,” tambah dia

Menurutnya, lilin melambangkan suatu semangat yang diharapan bisa diwariskan kepada generasi penerus.

Walaupun dalam lingkup kecil, lilin bisa memberikan penerangan di sekitarnya.

Keempat sesepuh yang hadir hari ini mengharapkan buku Sesepuh Berbagi bisa dipetik nilai-nilainya yang kemudian dalam konteks kekinian bisa diadaptasikan dalam tantangan tugas yang makin dinamis.


tags: #kanwil kemenkumham jateng #kemenkumham ri #sosialisasi buku sesepuh berbagi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI