Pelindo Habiskan 3600 Karung Pasir untuk Tutup Tanggul Jebol di Semarang

Pelindo hingga saat ini masih belum bisa menyebutkan jumlah kerugian akibat banjir rob tersebut.

Rabu, 25 Mei 2022 | 14:37 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, SemarangPelindo habiskan sebanyak 3.600 karung pasir untuk menutup lubang tanggul yang jebol di Semarang, Jawa Tengah. Diharapkan, lubang tersebut segera tertutup sehingga air tak lagi naik ke daratan.

KSPO Kelas 1 Tanjung Mas, M. Tohir mengatakan bahwa saat ini tanggul yang jebol masih dalam proses penanganan.

BERITA TERKAIT:
Kota Semarang Peroleh 100 Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak
Hujan Gol Warnai Turnamen Usee Sports Futsal Challenge 2022 Regional Semarang
Hari Pertama Usee Sports Futsal Challenge 2022 Regional Semarang, Sejumlah Tim Langsung Tancap Gas
Polrestabes Semarang Tangkap Tujuh Pria Penggelapan Barang Ekspedisi Senilai 1 Miliar
Enam Fakta Menarik Grup Musik Nasida Ria: Didirikan Guru Qiraat, Turun-temurun Hingga Generasi Keempat 

"Kami sudah melihat sudah dilakukan (penimbunan pasir, red.) sebanyak 3.600 karung dari Pelindo. Sekarang sedang proses penimbunan. Saat ini levelnya (timbunan pasir, red.) sudah di atas air," tutur M. Tohir kepada wartawan, Rabu (25/5/2022.)

Hitungan awal, kata dia, untuk menutup tanggul yang jebol itu membutuhkan sebanyak 3.000 karung pasir. Namun realisasinya bertambah menjadi 3.600 karung pasir untuk menutup tanggul yang jebol tersebut.

"Ini harapannya nanti (pasir, red.) bisa mencukupi. Jika memang kurang kami akan berkolaborasi dengan pihak-pihak lain. PT Limacitra juga diminta kontribusinya, dan beberapa perusahaan besar juga kami minta berkontribusi. Supaya hari ini (tanggul) bisa tertutup. Tapi memang sampai hari ini air masih masuk lantaran tanggul yang jebol masih dalam proses penanganan,” ujarnya.

Tohir menerangkan, untuk kapal penumang tetap beroperasi. Hanya saja pada Senin (23/5) malam. kapal tujuan Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, ditunda.

“Para penumpang harus naik perahu atau kapal klotok agar bisa menuju pelabuhan Tanjung Mas. Mereka sandar di nusantara langsung naik ke kapal. Jadi operasional kapal penumpang tetap jalan,” ujarnya.

Kemudian terkait bongkar muat, hari Selasa (24/5) sudah beroperasi kembali. Namun hanya sebatas bongkar muat dari kapal ke penumpukan. Untuk akses keluar masuk pelabuhan masih belum bisa karena jalan aksesnya masih tergenang air. 

Sementara itu, Regional Head 3 Pelindo Ardhy Wahyu Basuki menambahkan, untuk penanggulangan banjir di Tanjang Mas ini, kami dari Pelindo ada 56 pompa dengan debit 800 liter per detik. Fokus sekarang ini adalah menutup tanggul yang jebol.

"Seperti yang disampaikan tadi, kita sudah membantu sekitar 3.600 karung pasir. Infonya Lamicitra akan menyediakan 1000 (karung pasir).

Ardhy mengaku sudah bekerja sama dengan BBWS, BPBD, Kepolisian, dan semua instansi terkait lainnya. Ia berharap ada perusahaan-perusahaan lainnya yang siap untuk membantu menanggulangi banjir rob tersebut.

"Kita gotong royong bareng-bareng agar banjir ini cepat surut. Tanggul yang jebol juga diharapkan segera tertutup sehingga air yang di dalam bisa di manage. Selama air masih masuk, maka air akan susah untuk dikendalikan. Oleh karena itu, fokus kita sekarang adalah menutup tanggul yang jebol,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, nanti akan dibicarakan bersama soal rencana pembangunan permanen tanggul yang jebol. "Karena asetnya di Lamicitra, untuk itu nanti akan dibicarakan bersama. Sementara ini, fokus kita nutup di lubangnya dulu.  "Lubang yang jebol sudah tertutup separuh lebih. Harapannya hari ini bisa tertutup," sambungnya.

Ditanya soal jumlah kerugian, Pelindo hingga saat ini masih belum bisa menyebutkan dan masih dalam perhitungan.


tags: #semarang #banjir #rob #tanggul jebol #pelindo

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI