Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Semarang, DPKS: Jelas Menodai Deklarasi Sekolah Ramah Anak
DPKS terpanggil untuk turun ke satuan pendukan guna melakukan klarifikasi atas terjadinya kasus perundungan tersebut.
Kamis, 26 Mei 2022 | 12:27 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Semarang – Dewan Pendidikan Kota Semarang menyesalkan adanya tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga siswi SMP Negeri di Kota Semarang kepada seorang temannya. Menurut DPKS hal ini terang-terangan menodai Kota Semarang yang telah deklarasi sekolah sebagai tempat ramah anak.
"Tindak perundungan ini telah menodai satuan pendidikan di kota Semarang yang beberapa waktu lalu telah mendeklarasikan sekolah ramah anak. Kewajiban kita semua mulai dari satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat berupaya agar kasus ini tidak terulang," kata Ketua DPKS Budiyanto, di Semarang, Kamis (26/5).
BERITA TERKAIT:
Enam Pemuda di Semarang Keroyok Tiga Taruna AMNI hingga Babak Belur, Satu Korban Tak Sadarkan Diri
Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Semarang, DPKS: Jelas Menodai Deklarasi Sekolah Ramah Anak
Keroyok Teman Sekolah, Tiga Siswi SMP Diamankan Polrestabes Semarang
Viral Video Pengeroyokan Sejumlah Siswi SMP di Alun-Alun Johar Semarang
Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok, Satu Pelaku Ditangkap
Pasca kejadian ini dan viral video di media social, Budiyanto dan jajaran langsung menggelar rapat pleno di kantor sekretariat DPKS, Gedung Moch Ikhsan komplek Balaikota Semarang.
Dalam rapat darurat itu DPKS menugaskan tim untuk melakukan monitoring dan bertemu dengan kepala sekolah dan guru-guru tempat pelaku dan korban perundungan.
“DPKS terpanggil untuk turun ke satuan pendukan guna melakukan klarifikasi atas terjadinya kasus itu, selanjutnya akan hasil klarifikasi akan ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi dewan pendidikan agar kasus ini tidak terjadi lagi. Apalagi pelaku dan korbannya adalah sama-sama peserta didik pada satuan pendidikan di sekolah negeri di Kota Semarang. Kami berharap kasus ini jangan sampai terulang. Ini pertama dan terakhir,” ungkapnya.
Pihaknya pun mendesak kepada para pemangku dan pelaksana kebijakan di bidang pendidikan bersama masyarakat di kota Semarang segera bersikap dan bertindak atau mengambil langkah cepat mengatasi masalah ini. Ia menyebut semestinya kasus pengeroyokan ini bisa dicegah.
tags: #pengeroyokan #siswi smp #alun-alun johar #semarang #dpks
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI

Di Pameran GIIAS, Suzuki akan Luncurkan Dua Mobil Barunya
08 Agustus 2022

PT PHR per Hari Produksi Minyak 161.000 Barel
08 Agustus 2022

Yuspahruddin Perintahkan Pegawai Kemenkumham Jateng Sosialisasikan RUKHP ke Masyarakat
08 Agustus 2022

Sejumlah Polwan Kunjungi SMA di Semarang, Tekankan Pentinya Bijak Bersosial Media
08 Agustus 2022

Sektor Transportasi Kembali Pulih, Tumbuh 21,27 Persen di 2022
08 Agustus 2022

Bambang Brodjonegoro: Banyak Aspek untuk Membuat UMKM Naik Kelas
08 Agustus 2022

83 Kapal Ikan Ilegal Ditangkap KKP Sepanjang Tahun 2022
08 Agustus 2022

Kick Off Peringatan Satu Abad NU di Kudus, Muntira Skincare Ikut Ramaikan Acara
08 Agustus 2022

Gojek Gelar Kompetisi Kreasi Pewarta Anak Bangsa 2022
08 Agustus 2022

Edy Supriyanta Minta Pembangunan Perumahan Komunitas di Jepara Segera Dirampungkan
08 Agustus 2022