Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo (foto: dokumentasi pribadi)

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo (foto: dokumentasi pribadi)

DPRD Kota Semarang Dukung Keputusan Hendi Terkait Sanksi Drop Out Siswi SMP Pelaku Pengeroyokan

Para pelaku sudah cukup sadar tentang apa yang dilakukan sebenarnya dilarang dalam sebuah peraturan di Negara Indonesia.

Kamis, 26 Mei 2022 | 15:44 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang – Komisi D DPRD Kota Semarang mendukung keputusan Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang memerintahkan Dinas Pendidikan untuk memberikan sanksi mengeluarkan (drop out) untuk tiga siswi SMP pelaku pengeroyokan. Menurut dewan, sanksi ini sebagai tindakan tegas agar kejadian ini tak terulang kembali di kemudian hari.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo SH MH mengaku prihatin atas adanya kejadian itu. Menurutnya, hal ini tak pantas terjadi. 

BERITA TERKAIT:
DPRD Kota Semarang Dukung Keputusan Hendi Terkait Sanksi Drop Out Siswi SMP Pelaku Pengeroyokan
PKM Diperketat, Komisi D DPRD Kota Semarang: Ini Sangat-Sangat Bagus

“Saya prihatin banget lah ya soal kejadian pengeroyokan itu. Perbuatan ini mencoreng nama baik Kota Semarang,” kata Rahmulyo, kepada KUASAKATA.COM, Melalui sambungan telepon, Kamis (26/5).

Ia menegaskan semestinya kalangan terdidik tak melakukan kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan. Masih banyak cara efektif dalam menyelesaikan permasalahan.

“Ini dampak dari globalisasi, dampak dari kemajuan informasi teknologi, dampak dari kemajuan zaman yang kadang masyarakat belum bisa memahami secara utuh,” ungkapnya.

Pria politisi PDI Perjuangan ini pun mendukung keputusan Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk menjatuhkan sanksi drop out kepada para pelaku. Menurutnya ini bisa menjadi efek jera dan generasi muda tak meniru perbuatan itu.

“Saya sependapat dengan pak Walikota. Ini supaya kekerasan tak terjadi lagi di kemudian hari. Kita harus tegas dengan urusan seperti ini!,” terang dia.

Menurutnya, meski masih berstatus siswi SMP, para pelaku sudah cukup sadar tentang apa yang dilakukan sebenarnya dilarang dalam sebuah peraturan di Negara Indonesia.

“Itu jelas-jelas dilarang tapi mereka nekat melakukan. Maka sanksi tegas itu (drop out) perlu agar tidak ada lagi generasi muda yang main main. Langkah Pemerintah Kota memberikan sanksi ini bagus,” tegasnya.

Selain sanksi drop out, pihaknya mendesak para pemangku kepentingan agar pelaku memberikan ganti rugi pengobatan kepada korban. Mengingat korban mengalami luka. 

“Kita enggak bicara siapa yang salah duluan dan kita engga bicara siapa yang mulai duluan. Dalam aturan kan jelas, pelaku pengeroyokan dapat terkena pidana. Maka pelaku harus memberikan biaya pengobatan untuk korban. Itu kan fisik korban sudah terkena dan mengalami luka,” tandasnya


tags: #wakil ketua komisi d dprd kota semarang #rahmulyo adi wibowo #pengeroyokan #siswi smp #alun-alun johar

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI