Anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM menyerahkan cinderamata sosialisasi kepada salah satu peserta, Rabu (01/06) di Panti Marhaen, Semarang.

Anggota MPR Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM menyerahkan cinderamata sosialisasi kepada salah satu peserta, Rabu (01/06) di Panti Marhaen, Semarang.

Agustina Wilujeng: Empat Pilar Indonesia Juga untuk Peradaban Dunia

Sejak era Sukarno, Indonesia telah berkontribusi besar pada dunia.

Rabu, 01 Juni 2022 | 17:47 WIB - Politik
Penulis: Prajna T Anala . Editor: Kuaka

KUASAKATACOM, SEMARANG – Era kebangkitan setelah pandemi menjadi kesempatan pula bagi Indonesia untuk berkontribusi membangun peradaban dunia. Harapan itu bisa terwujud dengan tidak meninggalkan Empat Pilar Kebangsaan.

Hal itu disampaikan anggota MPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Panti Marhaen Semarang, Rabu (1/6). Hadir pula sebagai narasumber, Dr Teguh Hadi Prayitno (ketua IJTI Jateng), V Djoko Riyanto SE (anggota DPRD Kota Semarang, Gunawan Permadi (ketua Komite Ekraf Semarang), dengan moderator Aulia Mohammad (CEO Kuasakata).

BERITA TERKAIT:
Bupati Klaten Ajak Warga Lestarikan Nilai-nilai Pancasila
Hendi Tegaskan Indonesia Merupakan Negara Berdasarkan Pancasila
Bupati Purbalingga: Gotong Royong Merupakan Salah Satu Implementasi Pancasila
Polri Ungkap Fakta Khilafatul Muslimin, Sistem Pendidikan hingga Infaq Rp.1000 per Hari
Dalam Rangka Hari Lahir Pancasila, Ratusan Peserta Ikuti Kemah Kebangsaan di Karanganyar

Agustina menegaskan, cita-cita membangun peradaban dunia bukan omong kosong. “Sejarah sudah membuktikan bahwa Indonesia selalu menjadi pusat peradaban dunia pada setiap masa,” kata dia.

Istilah zamrud katulistiwa disematkan kepada Indonesia oleh para pengarung dunia karena posisi Indonesia secara geopolitik begitu bernilai.

“Itu semua diikat dan dilandasi oleh Empat Pilar Kebangsaan yakni NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika,” paparnya.

Salah satu butir empat pilar itu adalah gotong royong. Gotong royong, yang merupakan sikap karitatif, bahkan diakui masyarakat dunia sebagai satu sifat yang melekat pada bangsa Indonesia. “Sebuah survei global menunjukkan, Indonesia masuk sebagai peringkat pertama bangsa yang paling dermawan,” ujar Agustina.

Sikap luhur, posisi geopolitik, legacy sejarah, serta kekuatan sosial itulah yang menjadi kekuatan Indonesia untuk ikut membangun peradaban dunia.

“Namun, harapan itu harus ditunjang dengan nasionalisme. Nasionalisme semakin utuh jika ditopang empat pilar kebangsaan,” tegas Agustina, yang juga kandidat doktor Sejarah FIB Undip itu.

“Pendiri Republik ini, Sukarno, telah mengkristalkan nilai-nilai itu dalam Pancasila, yang hari ini kita peringati sebagai Hari Lahir Pancasila. Begitu merdeka, Indonesia memberi pengaruh besar bagi politik dunia. Era kebangkitan kali ini pun adalah momentum tepat Indonesia untuk membangun peradaban dunia,” ungkapnya.


tags: #pancasila #sosialisasi #agustina wilujeng #nkri

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI