Jasad Eril Diperkirakan Ketemu dalam Waktu Dekat, Ini Penjelasan KBRI

Saat ini ternyata debit air di Sungai Aare pun akan ikut bertambah saat musim panas di Swiss datang.

Rabu, 08 Juni 2022 | 08:55 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Bern - Kepolisian maritim Kota Bern, Swiss terus melakukan pencarian terhadap keberadaan jasad putra sulung Ridwan Kamil, Eril-kahn-mumtadz'>EmmEril Kahn Mumtadz yang hanyut terbawa Sungai Aare

Diketahui, saat ini ternyata debit air di Sungai Aare pun akan ikut bertambah saat musim panas di Swiss datang.

BERITA TERKAIT:
Hari Ini Ultah Eril, Ridwan Kamil se-Keluarga Posting Momen Kirim Doa di Sungai Aare 
Ridwan Kamil Ceritakan Momen Paling Berat Saat Mengetahui Kabar Eril Hilang
Ini yang Dilakukan Ridwan Kamil saat Teringat Mendiang Eril
Mengapa Sungai di Swiss Termasuk Aare Berwarna Hijau Kebiruan, Ini Alasannya 
Eril, Akhirnya Kau Ditemukan, Kami Bingung Harus Bahagia atau Sedih

Berdasarkan pernyataan KBRI Bern, Swiss saat ini telah memasuki musim panas.

“Pihak Kepolisian Bern optimis bahwa naiknya temperatur pada musim panas akan berimplikasi pada penambahan debit air dan intensitas aktivitas pengunjung di sepanjang Sungai Aare,” sambungnya.

Dengan adanya perubahan dinamika tersebut, maka ke depannya diharapkan mampu mempermudah proses pencarian Eril.

Seluruh masyarakat Indonesia juga diminta untuk tidak lupa terus menerus memanjatkan doanya agar keberadaan Eril segera ditemukan.

“Peningkatan dinamika di Sungai Aare ini diharapkan akan berkontribusi positif dalam proses pencarian,” jelas KBRI Bern.

Akan tetapi nantinya proses pencarian Eril juga disebut masih akan mengalami kendala.

Kendala yang dimaksud adalah adanya hujan serta badai yang diperkirakan melanda kota Bern dan sekitarnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala BASARNAS Marsekal Masya TNI Hendri Alfian mempertanyakan metode pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Swiss untuk mencari keberadaan Eril.

Menurutnya, teknologi pencarian Tim SAR Swiss dinilai masih terlalu manual sehingga akan sangat sulit menemukan korban yang hanyut atau tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss. 

Dengan metode dan teknologi yang dipakai Tim SAR Swiss, Hendri tak merasa heran apabila memang putra sulung Ridwan Kamil justru sulit ditemukan.

“Kalau masalah kok sampai sekarang belum bisa (Eril) ditemukan? perlu diingat, air yang deras itu adalah hasil dari lelehan atau cairan gletser,” kata Hendri, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.

“Sehingga menjelang musim panas, itu (lelehan) semakin kuat,” ucapnya menambahkan “Sehingga menjelang musim panas, itu (lelehan) semakin kuat,” ucapnya menambahkan.

Namun, jernih yang ada di sungai tersebut dikarenakan lelehhan salju yang pada akhirnya tidak tampak terlalu bening.

“Di sana ada pernyataan kalau 99,9 persen atau 3 minggu kan (korban diperkirakan ditemukan),”

“ya itu menunggu dikomposit itu kalau memang beliau itu yang tidak kita inginkan (meninggal),” tuturnya.
 

***

tags: #sungai aare #emmeril kahn mumtadz #eril #kbri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI