Penuh Haru, Seorang Napi Kasus Narkotika Langsungkan Pernikahan di Lapas Semarang

Akad nikah berlangsung lancar dengan mas kawin seperangkat alat salat.

Sabtu, 11 Juni 2022 | 18:55 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang– Lapas atau penjara ternyata tak hanya sekedar menjadi tempat pertanggungjawaban seseorang yang melawan hukum. Lapas ternyata juga bisa menjadi “saksi” pernikahan seorang napi

Sabtu (11/6) pagi, di Aula “Joglo Ageng” Kompleks Lapas Kelas I Semarang, seorang napi kasus narkotika atas nama Alfin (22) melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya Oneng (19).

BERITA TERKAIT:
Hari Pramuka, Lapas Semarang Ajak Napi Jadi Generasi Muda Terbaik
The Voice Kedungpane, Ajang Pencarian Bakat Menyanyi Napi Lapas Semarang
Wamenkumham RI: Napi Tak Selalu Buruk, Hanya Tersesat Sesaat
Wamenkumham RI Resmikan Berdirinya Ponpes dan Program Pendalaman Alkitab di Lapas Semarang
Lapas Semarang Sumbang Atlet Terbaik Untuk Pekan Olaharga HDKD ke-77 di Kemenkumham Jateng

Alfin Sudah hampir empat bulan berada di penjara. Dia sudah menjalani sidang, tetapi perkaranya belum diputus. Alfin masih menunggu vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Dia dinikahkan atas izin dari Kepala Lapas Semarang, Tri Saptono Sambudji melalui persetujuan anggota Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Alfin dan isterinya, Oneng tak kuasa langsung meneteskan air mata usai selesainya acara Ijab Qobul. Sama seperti pengantin lain, Alfin berdandan rapi mengenakan baju adat lurik jawa lengkap dengan blangkon yang dirias oleh petugas Lapas. 

Ia sangat lantang walau agak sedikit gugup mengucapkan janji setianya di hadapan Darun selaku penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngaliyan. 

“Ya Alhamdulillah saya senang, bisa diijinkan untuk menikah di Lapas. Bahagia rasanya karena bisa menikah setelah berpacaran dengan Oneng kurang lebih 2 tahun,” jelas Alfin.

Akad nikah pun berlangsung lancar dengan mas kawin seperangkat alat salat. Pernikahan itu disaksikan pula oleh pihak kedua mempelai dan petugas lapas.

Sementara itu, sang mempelai wanita terlihat mengenakan busana kebaya langsung berurai air mata bahagia setelah mendengar janji suci dari Alfin. 

“Saya terharu. Perjalanan hidup ini tidak akan terputus walau cinta kita terhalang oleh kuatnya jeruji besi, kisah cinta ini tidak akan pudar,” ungkap Oneng.

Kepala Lapas Semarang, Tri Saptono Sambudji mengatakan, pernikahan di lapas merupakan hak bagi napi  selama di lapas. Persyaratan yang harus dilengkapi yakni berupa surat permohonan dan jaminan keluarga.

“Dengan mengikuti prosedur, kami akan bantu memfasilitasi asal syarat substantif dan administratif terpenuhi,” jelas Tri Saptono.


tags: #lapas kelas i semarang #napi #narkotika #ijab kabul

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI