Benarkah Pengendara Motor di Sukoharjo Terkena ETLE Saat Melintas di Pedesaan? Ini Penjelasan Polda Jateng

Masyarakat diminta tidak menganggap situasi di jalan pedesaan aman dari kecelakaan lalu lintas.

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:28 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Media sosial sempat diramaikan beredarnya foto surat konfirmasi tilang ETLE dari Polres Sukoharjo kepada seorang pengendara motor tanpa helm yang melintas di jalan pedesaan.

Seolah pengguna motor tersebut adalah petani sehingga menimbulkan berbagai komentar dari netizen.

BERITA TERKAIT:
Benarkah Pengendara Motor di Sukoharjo Terkena ETLE Saat Melintas di Pedesaan? Ini Penjelasan Polda Jateng
Akankah Polda Jateng Tilang Pengendara Motor yang Pakai Sandal Jepit? Ini Jawabannya, Jangan Kaget!
Polda Jateng Sebut 289 Hewan Ternak di Jateng Terpapar PMK. 88 Diantaranya Mati
Berikut Rangkaian Acara Polda Jateng dalam Rangka HUT ke-76 Bhayangkara
Beredar Video "Mobil Polisi Jateng" Dilelang, Polda: Itu Bukan Milik Polri

Terkait hal itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Al-Qudussy menjelasjan kejadian tersebut tidak seperti narasi di media sosial yang menyebut pemotor ditilang di pesawahan. Ia menegaskan pemotor itu terkena ETLE karena melintas di jalan penghubung kabupaten.

"Pengendara motor tersebut bukan petani yang hendak meladang lho, dan yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya. Bapak tersebut langsung menghubungi satlantas dan membayar denda melalui Briva," kata Kombes Iqbal, di Semarang, Kamis (23/6/2022).

Penindakan ETLE oleh Polri, tambah dia, betul-betul dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan warga dan bertujuan utama untuk mengedukasi agar masyarakat.

"Masyarakat diharapkan taat pada aturan dan memperhatikan aspek-aspek keselamatan dalam berkendara. Karena aturan lalu lintas dibuat untuk kepentingan pengguna jalan juga," terangnya

Masyarakat juga diminta tidak menganggap situasi di jalan pedesaan aman dari kecelakaan lalu lintas sehingga tidak menggunakan kelengkapan yang disyaratkan sesuai standard berkendara.

Di wilayah Sukoharjo, Iqbal menerangkan bahwa jalan-jalan penghubung antar kecamatan mayoritas adalah wilayah pedesaan sehingga cukup banyak pengendara yang melintas.

"Di Kabupaten Sukoharjo kejadian laka lantas di persawahan cukup tinggi. Sepanjang tahun 2021 jumlah kecelakaan ada 21 kejadian, 6 diantaranya mengakibatkan meninggal dunia. Sedangkan pada Januari hingga Mei 2022, kejadian laka lantas di Sukoharjo ada 10 kejadian. Untuk tingkat fatalitasnya, 2 luka ringan, 5 luka berat dan 3 meninggal dunia," Terang dia

Ditambahkan Iqbal, pihaknya meminta maaf atasnya ramainya tanggapan di media sosial soal penindakan ETLE pada warga yang melintas di jalan penghubung antar kecamatan tersebut.

"Intinya penerapan ETLE adalah mengurangi kontak langsung petugas dengan pelanggar lalu lintas di jalan sehingga penindakan dilakukan secara profesional dan didukung data akurat berdasarkan teknologi.
Polda Jateng juga menghimbau warga untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dan mentaati aturan yang berlaku," Tandas dia


tags: #polda jateng #jalan pedesaan #etle

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI