Kasus 50 Ekor Bangkai Kambing di Kali Serang, Sudah Busuk dari Sumatra lalu Dibuang di Semarang 

"Karena dibuang di sungai maka bangkai-bangkai tersebut hanyut. Dari keterangan, ada 97 ekor yang dibuang," terangnya.

Sabtu, 25 Juni 2022 | 09:07 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Kasus pembuangan bangkai kambing terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sungai Serang, Desa Susukan, Kabupaten Semarang semakin mendapat kejelasan. bangkai kambing tersebut berasal dari Sumatera.

Bahkan, polisi telah meminta keterangan warga lokal yang membantu proses pembuangan bangkai kambing-kambing tersebut.

BERITA TERKAIT:
Lagi! Bangkai Kambing Dibuang ke Sungai, Kali Ini dalam Bagor 
Kasus 50 Ekor Bangkai Kambing di Kali Serang, Sudah Busuk dari Sumatra lalu Dibuang di Semarang 
Kasus 50 Ekor Bangkai Kambing di Kali Serang Resahkan Warga, Polisi Kini Buru Pelaku
Sekitar 50 Ekor Bangkai Kambing Mengambang di Kali Serang Semarang, Ada Apa? 
Penemuan Bangkai Piton Berukuran Jumbo Hebohkan Warga Tegalharjo Solo

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA mengatakan, jajarannya telah meminta keterangan satu pelaku pembuangan.

"Ada satu orang pelaku pembuangan, warga lokal yang membantu membuang bangkai kambing tersebut. Identitas kami simpan dulu," jelasnya, Rabu (22/6/2022), di Mapolres Semarang.

Yovan mengatakan, total ada 97 bangkai kambing yang dibuang pada Senin (20/6/2022) malam.

"Karena dibuang di sungai maka bangkai-bangkai tersebut hanyut. Dari keterangan, ada 97 ekor yang dibuang," terangnya.

Pihaknya mengungkapkan, sudah mendapat identitas sosok yang menyuruh membuang bangkai kambing.

"Dan menggunakan jasa ekspedisi, pakai dua truk dari Sumatera karena kondisi sudah membusuk. Orang ini minta rekannya di Tengarang untuk bantu membuang," paparnya.

Ditegaskan, kondisi bangkai kambing tersebut terkena penyakit mulut dan kuku.

Dengan pembuangan puluhan bangkai kambing tersebut, warga terpaksa tidak lagi mempergunakan air sungai serta menutup aliran air ke sawah.

"Takut juga warga di sini menggunakan air sungai itu. Meskipun tidak dapat menulari manusia, tetapi warga jijik dan ngeri. Untuk sementara warga mengintensifkan menggunakan air sumur ataupun PDAM desa," ujar Arif, warga Susukan, Kabupaten Semarang


tags: #bangkai #kambing #kabupaten semarang #pmk

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI