D3 Manajemen UNDIP Kampus Rembang Dorong Mahasiswa Bangun Local Pride

Pemerintah Australia dan Denmark mengapresiasi langkah penanganan Covid-19 berbasis potensi masyarakat melalui Jogo Tonggo.

Sabtu, 25 Juni 2022 | 14:28 WIB - Didaktika
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Rembang - Perhatian publik pada perkembangan Indonesia dewasa ini tak lagi hanya tertuju pada ibu kota saja. Banyaknya local champion yang muncul di berbagai daerah pun dinilai menjadi salah satu tren positif dalam membangun generasi Indonesia emas.

Hal itulah kemudian yang mendasari Program Studi D3 PSDKU Sekolah Vokasi Undip Kampus Rembang untuk semakin menguatkan semangat mahasiswa dalam membawa identitas lokal pada berbagai karya.

BERITA TERKAIT:
Undip Berangkatkan 2.102 Mahasiswa KKN ke Berbagai Wilayah di Jateng
Undip Terapkan Teknologi Pengolahan Air Minum Portabel untuk Warga Terdampak Banjir di Sumatera Barat
Undip Kirim Mesin Penjernih Air ke Wilayah Bencana Sumatera Barat
Kabar Bahagia! Undip Bebaskan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
Imipas Hadirkan Layanan Imigrasi di Kampus Undip Semarang

Ditegaskan oleh Andriyani selaku Kepala Program Studi, bahwa mahasiswa perlu memahami bahwa segala hal yang bersifat lokal merupakan bagian dari keragaman Indonesia, yang harus menjadi perhatian. Andri meyakini justru dari konten lokal, mahasiswa mampu belajar menjadi genuine dan otentik.

"Kita punya local wisdom yang luar biasa, local brand yang mampu mendunia, dan local empowerment yang nantinya akan mejadi pondasi pemberdayaan manusia Indonesia secara terus menerus," tutur Andri, Jumat (24/60).

Maka dari itu, dalam kegiatan KKL yang dilaksanakan online beberapa waktu lalu tersebut, Andri pun mendapuk tiga pembicara untuk bisa meningkatkan perhatian mahasiswa pada konten lokal.

"Narasumber pertama yang berbicara terkait Local Wisdom adalah Taj Yasin Maimoen atau biasa kita kenal Gus Yasin sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah," terang Andri.

Sementara Narasumber kedua adalah Arto Biantoro selaku aktivis brand lokal yang berbicara terkhusus soal Local Brand, serta narasumber ketiga adalah Ibu Syanaz Winanto sebagai pemilik Rorokenes mengingat isu Local Empowerment juga penting untuk kita angkat.

Adapun dalam kegiatan tersebut, Taj Yasin Maimoen menekankan bahwa semangat mengangkat local wisdom atau kearifan lokal menjadi penting untuk dikuatkan. Pasalnya dia meyakini bahwa Indonesia memiliki banyak nilai - nilai warisan leluhur yang hebat.

“Pemerintah Australia dan Denmark mengapresiasi langkah penanganan Covid-19 berbasis potensi masyarakat melalui Jogo Tonggo. Rasa-rasanya ini sebenarnya bukan kehebatan kita. Kita hanya mengembalikan kebiasaan (leluhur) kita saja. Artinya ada identitas lokal yang perlu kita pertahankan," kata Gus Yasin.

Di sisi lain Arto Biantoro sebagai aktivis Brand Lokal mengingatkan mahasiswa jika Indonesia memiliki banyak sekali narasi - narasi yang bisa diangkat menjadi sebuah kekuatan dalam membangun brand.

"Indonesia punya potensi yang begitu kaya tentang brand - brand lokal yang belum tergali. Sebenarnya konteksnya brand hari ini bukan lagi soal bersaing, tapi bagaimana kita memperbaiki diri untuk memberikan yang terbaik. Jadi ada dua energi yang berbeda antara fokus menjadi nomor satu dengan fokus memberikan yang terbaik dalam memberikan manfaat," tekannya.

***

tags: #undip #australia #denmark #jogo tonggo #covid-19

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI