Gus Yasin Beberkan Pentingnya Energi Baru Terbarukan
Masyarakat luas harus mengetahui pengembangan energi baru terbarukan yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Rabu, 29 Juni 2022 | 04:55 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Semarang - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melepas tim Jelajah Energi, pada Selasa (28/6) di halaman kantor Pemprov Jateng. Tim yang terdiri dari Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi bersama kabupaten/kota, akademisi, NGO, mahasiswa dan media massa akan berkeliling ke daerah-daerah yang memiliki praktik baik dalam mengelola dan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Tentunya ini merupakan sebuah terobosan bagus yang dilakukan dalam rangka kampanye energi terbarukan dan memblow up insan atau kelompok masyarakat yang inovatif, dalam penyediaan Energi Baru Terbarukan dan ramah lingkungan ini," kata Gus Yasin.
BERITA TERKAIT:
Gus Yasin: Pesantren Harus Jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri
Gus Yasin: Pemprov Jateng Komitmen Atasi Backlog 1.332.968 Unit Rumah Selama 5 Tahun
Pengurus Gapembi Jateng Resmi Dilantik, Gus Yasin: Pengawasan Dapur MBG Lebih Mudah
Gus Yasin: Usulan Pembangunan Hybrid Sea Wall Demak Diterima Badan Otorita Pantura
Wagub Jateng Minta Kesadaran Menegakkan Aturan Perlu Terus Dijaga
Pertumbuhan penduduk, pembangunan dan semakin berkembangnya sektor industri membuat kebutuhan energi semakin meningkat. Apabila tidak ada langkah tepat dalam mengelola energi, maka akan terjadi krisis energi. Agar krisis tidak terjadi, perlu upaya diversifikasi dan konservasi energi serta sumber Energi Baru Terbarukan.
Pemprov Jateng sudah memiliki Perda Nomor 12 tahun 2018 tentang Rencana Umum Energi Daerah, lanjut Taj Yasin. Perda ini bertujuan agar tercipta kebijakan energi daerah yang selaras dengan kebijakan energi nasional dan kebutuhan daerah.
Selain itu, regulasi tersebut menjadi dasar untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi daerah dan nasional, sekaligus upaya Pemprov Jateng dalam meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Potensi EBT di Jawa Tengah, kata dia, sangat besar. Salah satunya energi surya. Secara geografis, Jawa tengah berada di daerah khatulistiwa yang letak astronomisnya pada 100 Lintang Selatan. Pada letak astronomis tersebut, Jawa Tengah mendapat intensitas penyinaran matahari 3,5 kwh/m2/hari sampai 4,67 kwh/m2/hari.
Dengan intensitas penyinaran itu, seluruh wilayah Jawa Tengah dapat dibangun PLTS. Untuk potensi energi air pembangkit listrik berkapasitas kurang lebih 386,32 megawatt, Jawa Tengah memiliki potensi itu di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, Klaten, Magelang, Cilacap, Purworejo, Boyolali, Wonogiri, Semarang dan Kota Semarang.
"Potensi panas bumi di Jawa Tengah secara hipotetik diperkirakan sebesar 2.500 megawatt atau 5,7% dari seluruh cadangan nasional sebesar 29.000 megawatt. Adapun yang sudah operasional di Dieng dengan kapasitas kurang lebih sebesar 1 x 60 megawatt atau 5,1% dari kapasitas total nasional yang sebesar 1.189 megawatt," jelasnya
Pengembangan energi dari dari non fosil juga dilakukan dengan memanfaatkan kotoran ternak, dan limbah pabrik tahu untuk biogas. Masyarakat Jawa Tengah antusias dalam memanfaatkan energi ini. Buktinya dapat dilihat pada pengembangan biogas di Boyolali dan Wonogiri. Melalui stimulus di beberapa demplot oleh pemerintah daerah dan organisasi non pemerintah, masyarakat mau mengembangkan secara mandiri energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi sebagai pengganti LPG.
Ia berpesan, masyarakat luas harus mengetahui pengembangan Energi Baru Terbarukan yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Maka, tim Jelajah Energi Jawa Tengah diminta pihaknya untuk gencar berkampanye di semua tempat yang nantinya dilalui maupun dikunjungi. Keberhasilan dalam mengembangkan EBT, nantinya akan menambah kesejahteraan masyarakat karena mereka dapat menghemat biaya energi hingga 30%. Di samping itu, dapat menekan kerusakan lingkungan.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan, tim Jelajah Energi Jawa Tengah akan berlangsung selama 4 hari (28 Juni - 1 Juli 2022). Tim antara lain akan berkunjung ke Cilacap untuk melihat bagaimana sampah yang dikelola di TPA dapat menjadi energi yang dikonsumsi untuk industri semen. Mereka juga akan melihat bagaimana rumah sakit memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah untuk pertanian di Banyumas.
"Semua rangkaian ini dimaksudkan agar menjadi greget bagi semua, untuk masyarakat menuju transisi energi yang berhasil,"katanya.
***tags: #taj yasin maimoen #gus yasin #energi baru terbarukan
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Jelang Liga 4, Polda Jateng Lakukan Risk Assessment Stadion Gelora Pancasila Wonosobo
13 Desember 2025
Kabar Bahagia! Undip Bebaskan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
13 Desember 2025
PSIS Datangkan Wawan Febrianto dan Ocvian Chanigio
13 Desember 2025
KAI Daop 5 Sampaikan Maaf atas Keterlambatan KA Kertanegara Relasi Purwokerto–Malang
13 Desember 2025
Kemensos Masih Operasikan Dapur Umum dan Kirim Tagana untuk Layani Korban Bencana
13 Desember 2025
Jelang Nataru, Wali Kota Semarang Agustina Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Terkendali
13 Desember 2025
Tinjau Dapur SPPG, Wabup Sragen Tegaskan Komitmen Transparansi Program MBG
13 Desember 2025
Pemkab Klaten Raih Penghargaan “Kabupaten Sangat Inovatif” di IGA Award 2025
13 Desember 2025
Pemkab Sragen Dorong Pelajar Sragen Kian Melek Finansial
13 Desember 2025
Polri Beri Layanan Antar Jemput Sekolah untuk Anak Pnyintas Bencana di Sumut
13 Desember 2025
Kembali ke Aceh Tamiang, Presiden RI: Pemerintah akan Turun Membantu Semuanya
13 Desember 2025

