Teladani Keseriusan Chairil Anwar, Mahasiswa UPGRIS Gelar Baca Puisi dan Diskusi

Kita bisa menjadikan puisi-puisi Chairil sebagai objek amatan. 

Kamis, 28 Juli 2022 | 10:14 WIB - Didaktika
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Semarang - Ketokohan penyair Chairil Anwar menarik minat banyak penyuka sastra sampai saat ini. Chairil adalah penyair dengan capaian estetika yang melampaui zaman. Dia layak menjadi sosok panutan dalam urusan proses kreatif menulis puisi

“Kunci kepenyairan Chairil Anwar adalah pada inovasi yang telah dilakukannya, yaitu dalam berpuisi, dalam memilih kata atau diksi,” ungkap penyair muda Semarang, Malikul Alam, dalam acara Peringatan 100 Tahun Chairil Anwar di taman kampus IV, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jalan Gajah, Rabu 27 Juli 2022. 

BERITA TERKAIT:
Teladani Keseriusan Chairil Anwar, Mahasiswa UPGRIS Gelar Baca Puisi dan Diskusi
Hari Puisi Nasional, Mengenang Sosok Penyair Chairil Anwar 

Acara tersebut ini digagas oleh beberapa penggiat sastra di Universitas PGRI Semarang beserta tiga unit kegiatan mahasiswa, yaitu UKM Teater Gema, UKM KIAS, dan Lembaga Pers Vokal. 

Alam mengatakan Chairul dikenal sebagai penyair besar Indonesia, dengan karya puisinya yang terkenal di antaranya, “Aku”, “Lagu Siul”, “Diponegoro”, “Doa”, serta “Krawang-Bekasi”. Menurut Malikul Alam, Chairil adalah penyair yang sangat intens dalam menulis puisi

“Chairil sangat serius memikirkan kata untuk puisinya. Contohnya, Chairil berani memakai kata “mampus,” ungkapnya

Selain itu, Chairil juga mendobrak pola ucap penyair yang lazim muncul dalam puisi-puisi semasa. Sementara itu, dosen S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr Nazla Maharani Umaya MHum, mengatakan ada berbagai cara dalam mendekati Chairil. 

“Jika kita bisa memetik semangat kreatif Chairil, maka karyanya bisa dipelajari sebagai pembelajaran dalam menulis, sehingga kita bisa menulis puisi berdasarkan mempelajari karya Chairil,” tegas Nazla.

Namun, Nazla juga mengingatkan bahwa kita juga bisa menjadikan puisi-puisi Chairil sebagai objek amatan. 

“Kita bisa menjadi pengamat karya-karya Chairil, menjadikan karya-karyanya objek kajian yang selalu menarik untuk dibicarakan sampai sekarang,” tambah Nazla.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh mahasiswa. Mahasiswa terlibat aktif membacakan puisi-puisi Chairil Anwar, serta menginterpretasikannya secara bebas


tags: #chairil anwar #puisi #upgris

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI