Rayakan Dies Natalis ke-40, Unika Soegijapranata Gelar Kenduri Bareng Warga Lintas Agama

Perbedaan adalah sesuatu yang patut dihargai lalu ditularkan pada generasi muda.

Jumat, 29 Juli 2022 | 18:25 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang– Unika Soegijapranata Semarang menggelar kenduri atau malam doa bersama, pada Kamis (28/7) malam. Kenduri digelar dalam rangkaian acara HUT ke-40 Unika.

Dalam kenduri ini hadir para warga kelurahan Bendan Duwur. Kenduri digelar di Selasar Gedung Thomas Aquinas kampus setempat. 

BERITA TERKAIT:
Unika Soegijaprata Pamerkan Hasil Program Kerja Mahasiswa KKU/KKS
FIKom Unika Soegijapranata Gelar Digital Talent War dan Internship Fair 2025
“Architainment Hub – Learn × Play”, Cara FAD Unika Soegijapranata Perkenalkan Prodinya secara Kreatif
200 Mahasiswa Baru FEB Unika Soegijapranata Ikuti Kuliah Umum dari Kementerian Keuangan
198 Mahasiswa Unika Soegijapranata Laksanakan KKU-KKS di Kota Semarang

Dalam kenduri ini hadir dua pembicara yaitu Dr KH Iman Fadhilah SHi MSi (Founder Rumah Pergerakan Al-Fadhilah, Khodimul Majelis Al-Fadhilah) dan Rm Dr Aloysius Budi Purnomo Pr (Pendamping Campus Ministry, Unika Soegijapranata). Adapun tema yang diangkat ialah “Hidup Damai dalam Keberagaman”.

Ketua Dies Natalis ke-40 Unika Soegijapranata, Dr Kristiana Haryanti MSi Psikolog mengatakan Melalui kenduri ini, harapannya dapat menjalin keakraban dengan warga sekitar kampus Unika Soegijapranata dan meningkatkan komunikasi lintas agama sebagai bentuk perwujudan nilai toleransi keberagamaan.

“Sejatinya perbedaan atau keberagaman itu indah. Jadi meskipun Unika Soegijapranata adalah salah satu perguruan tinggi Katolik, Unika juga menerima mahasiswa dari lintas agama mana pun. Kebhinekaan itu ada dalam kampus ini. Maka sesuatu yang berbeda-beda (baik ras maupun agama) itu sebenarnya indah untuk kami. Sehingga istilahnya ini adalah keberagaman itu karunia. Jadi kenyamanan teman-teman Katolik (ketika berdinamika dengan teman-teman agama lainnya) yang kuliah di sini adalah penting bagi kami dan patut dihargai,” kata Kristiana.

Menurutnya perbedaan adalah sesuatu yang patut dihargai lalu ditularkan pada generasi muda khususnya agar supaya melihat sisi keberagaman itu bukan untuk menjadi berpisah, tetapi keberagaman itu bisa saling mengkuatkan. 

Acara ini penuh kehangatan dan keakraban ketika KH Iman Fadhilah dan Romo Aloysius Budi Purnomo saling memberikan pesan betapa pentingnya membangun dan menjalin persaudaraan antar sesama manusia.

KH Iman Fadhilah meninggalkan pesan untuk terus berbuat baik kepada siapapun tanpa terkecuali, termasuk kepada orang yang tidak berbuat baik kepada kita. 

Sementara itu, Romo Aloysius Budi Purnomo menyampaikan bahwa hidup bersama sebagai dasar dalam mewujudkan persaudaraan insan.

***

tags: #unika soegijapranata #kuliah #dies natalis

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI