Pulang Main Game Online, Remaja di Semarang Malah Jadi Korban Pembacokan

“Lukanya di punggung kiri hingga mengenai organ paru-paru,” bebernya

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 06:39 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Semarang Nasib malang menimpa seorang remaja bernama Arya Putra Dirgantara (18) warga Kota Semarang. Ia mengalami luka bacok di punggung setelah jadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal. 

Ibu Korban Retno Chandra Wati mengatakan anaknya menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Suratmo, Semarang, Minggu (31/7) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu anaknya sepulang dari bermain game online.

BERITA TERKAIT:
Pulang Main Game Online, Remaja di Semarang Malah Jadi Korban Pembacokan
Hendak Tawuran, Tujuh Remaja Diamankan Polisi
Fenomena Citayam Fashion Week: Lenggak-lenggok di Zebra Cross, Semua Orang Boleh Jadi Model 
Orangtua Wajib Tau! Satu dari Tiga Anak Merasa Tak Aman di Sekolah 
Terlalu Kencang Kendarai Motor, Remaja 14 Tahun di Klaten Tewas Tabrak Truk Mogok

“Anak saya pamit pergi keluar rumah mengendarai motor untuk main game online pada Sabtu 30 Juli pukul 18.00 wib. Usai selesai main game online pukul 03.00 dini hari, ia dalam perjalanan pulang posisi membonceng temannya melaju dari arah timur ke barat. Mendadak dari belakang ada dua motor diduga empat orang langsung menyabetkan senjata tajam ke anak saya hingga terjatuh terkapar,” kata Retno, saat melaporkan kejadian ini ke SPKT Polrestabes Semarang, beberapa waktu lalu

Akibat ulah para pelaku, kata dia, anaknya mengalami luka serius di bagian punggung, sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang.

“Lukanya di punggung kiri hingga mengenai organ paru-paru,” bebernya

Usai kejadian, lanjutnya, anaknya dibawa warga ke Puskesmas Manyaran. Mendapat kabar anaknya kena bacokan, ia mendatangi Puskesmas Manyaran. Saat itu juga Retno meminta anaknya untuk dibawa ke Rumah Sakit Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan. 

Kini kata dia, kondisinya anaknya semakin membaik dan telah dirawat kamar inap. Namun dirinya mengalami kesulitan biaya atas kejadian tersebut. Lantaran tidak dicover oleh pihak BPJS.

"Hingga saat ini biaya untuk perawatan anak saya mencapai Rp 9.302.000. Biaya perawatan tidak dicover BPJS Kesehatan karena ini merupakan korban tindak pidana kekerasan. Padahal saya mempunyai BPJS UHC,” terang dia

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan mengatakan setiap laporan akan segera ditindaklanjuti. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan penyidik.

"Informasi yang kami terima penganiayaan bukan curas. Sementara ditangani Polsek Semarang Barat," tutur dia.


tags: #remaja #semarang #bacok #pembacokan #game online

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI