Usai Ditangkap, Ferdy Sambo Ditempatkan di Ruang Khusus Mako Brimob Polri

Irjen Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J.

Minggu, 07 Agustus 2022 | 09:14 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Jakarta - Polri meluruskan informasi soal penangkapan dan penahanan Irjen Ferdy Sambo. Dalam hal ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menerangkan bahwa Ferdy Sambo baru ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Polri.

"Malam ini yang bersangkutan (Ferdy Sambo) ditempatkan di tempat khusus, yaitu Mako Brimob Polri," ungkap Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Sabtu (6/8/2022) malam.

BERITA TERKAIT:
Isi Pernyataan Lengkap Ferdy Sambo Setelah Dipecat dari Polri 
Selalu Disebut Simpanan Ferdy Sambo, Sahabat AKP Rita Yuliana Beri Klarifikasi 
Breaking News: Polri Tetapkan Putri Candrawathi Sebagai Tersangka
Breaking News: Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Polri Hentikan Kasus Pelecehan Istri Ferdy Sambo
Di Medsos Viral Suara Diduga Brigadir J Saat Disiksa

Dijelaskan Dedi, Inspektorat Khusus (Irsus) Polri telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo melanggar aturan tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya Brigadir Yosua di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dedi menyebutkan, Timsus sedang mendalami proses penyidikan terkait masalah TKP Duren Tiga, bekerja secara pr justicia.
 
Selain Timsus juga ada Irsus yang sedang memeriksa 25 orang personel Polri terkait tidak profesional dalam menangangani TKP Duren Tiga.
 
"Seperti yang disampaikan Bapak Kapolri tadi malam (Jumat) bahwa Irsus sudah melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang. Dari 25 orang ini empat sudah ditempatkan di tempat khusus (Pansus)," kata Dedi.
 
Penempatan khusus bagi empat orang tersebut, kata Dedi, dalam rangka untuk proses pembuktian, kemudian dilakukan sidang etik karena tidak profesionalian laksanakan olah TKP.
 
"Dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan Pengawasan Pemeriksaan Khusus terhadap perbuatan Irjen FS yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri," ujar Dedi.
 
Dedi menambahkan, dari hasil pemeriksaan Irsus terkait masalah peristiwa tersebut sudah memeriksa kurang lebih 10 saksi.
 
"Dari keterangan 10 saksi dan bukti yang ada, dari Irsus menetapkan bahwa Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait ketidakprofesioanalan dalam olah TKP," tukasnya.

***

tags: #irjen ferdy sambo #kepala divisi humas polri irjen dedi prasetyo #brigadir j #tempat khusus #mako brimob polri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI