Bambang Brodjonegoro: Banyak Aspek untuk Membuat UMKM Naik Kelas

Bambang juga menyoroti pentingnya digitalisasi yang dilakukan dari hulu ke hilir, agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal.

Senin, 08 Agustus 2022 | 20:53 WIB - Ekonomi
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tak hanya sekadar membuat UMKM masuk ke dalam platform perdagangan digital marketplace dan e-commerce.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bambang Brodjonegoro dalam forum diskusi yang digelar secara hibrida, Senin (8/8/2022).

BERITA TERKAIT:
Gandeng Kadin dan Unika, OJK Jateng-DIY Gelar “Entrepreneur Class” untuk Dukung Pengembangan UMKM
Ketua KADIN Kota Semarang Beberkan Dua Tips Sukses Jadi Pengusaha
Arsjad Rasjid Kukuh dan Sahkan Dewan Pengurus KADIN Jateng Masa Bakti 2022-2027
Bambang Brodjonegoro: Banyak Aspek untuk Membuat UMKM Naik Kelas
Imam Asyari Dilantik Sebagai Ketua KADIN Batang

"Bicara digitalisasi (UMKM) bukan hanya sekadar masuk ke dalam marketplace saja, banyak aspek lain yang harus diperhatikan agar bisa membuat UMKM naik kelas serta berkelanjutan," ucap mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN.

Bambang menandaskan keberlanjutan UMKM yang mengadopsi teknologi digital untuk mengembangkan usahanya dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk menjaga kualitas produk, hingga pelayanan.

Bambang juga mengingatkan pelaku UMKM untuk terus menjaga konsistensi produknya. "Banyak UMKM yang malah kurang berhasil (ketika berada di platform digital). Beberapa di antaranya adalah karena mereka kurang bisa menjaga konsistensi produk, pelayanan. Mereka yang biasanya menangani 100 (pesanan) lalu naik ke 1.000 (pesanan), akhirnya tidak bisa melayani, dan itu akan mempengaruhi reputasi UMKM tersebut," papar Bambang.

Bambang juga menyoroti pentingnya digitalisasi yang dilakukan dari hulu ke hilir, agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal, baik dalam segi bisnis maupun individu pelaku usahanya.

"digitalisasi sebaiknya secara end-to-end, dari segala aspek kehidupan UMKM yang meliputi produksi, manajemen, dan pengelolaan keuangan," ujar Bambang.

"Misalnya dengan menggunakan aplikasi untuk melakukan manajemen keuangan sederhana sehingga dia bisa tahu bagaimana kondisi keuangannya, lalu manajemen inventory, dan customer relationship. Harapannya, digitalisasi UMKM bisa seperti itu," imbuhnya.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia BUMN, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata sependapat dengan apa yang disampaikan Bambang Brodjonegoro.

Menurutnya hal-hal yang disebutkan Bambang bisa dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan terkait kepada para pelaku UMKM.

"Pelatihan keuangan juga benar. UMKM harus belajar memisahkan keuangan pribadi dan usahanya, serta platform yang membantu dia. Selain itu, penting juga untuk belajar soal pemasaran online-offline," kata Tedi.

"Sehingga, UMKM bisa naik kelas sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Sementara, pemerintah juga memberikan dukungan dengan fokus pada policy dan implementasi yang lebih baik, sehingga UMKM pun bisa scale-up lebih baik lagi," imbuhnya.


tags: #kadin #umkm #bambang brodjonegoro #marketplace #digitalisasi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI