Terungkap! Penemuan Mayat di Kentengrejo Purworejo Ternyata Korban Penganiayaan, Ini Tampang Pelakunya

Peristiwa penganiayaan Berawal dari tersangka dan korban Bustami berteman di grup facebook.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:59 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang – Teka-teki penemuan jenazah pria di jalan Desa Kentengrejo Rt 002 Rw 001, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo akhirnya terungkap. Ternyata jenazah tersebut merupakan korban penganiayaan

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abioso Seno Aji mengatakan polisi telah menangkap tersangka penganiayaan. Tersangka tersebut yakni Budi Cahyanto (29) warga asal Krajan Rt 002 Rw 002, Desa Pasarsenen, Kecamatan Ambal, Kabuapaten Kebumen. Sementara korbannya yakni bernama Bustami.

BERITA TERKAIT:
Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Semarang, Polisi Periksa Tiga Sample DNA Anak Iwan Budi
Polisi Periksa Sejumlah Saksi dari Keluarga Iwan Budi
Penemuan Mayat Diduga Iwan Budi di Marina Semarang, Sekda: Belum Bisa Pastikan 100 Persen
Terungkap! Mayat di Jalan Sriwijaya Semarang Ternyata Korban Tabrak Lari, Ini Tampang Pelakunya
Terungkap! Ini Identitas Mayat yang Ditemukan di Jalan Sriwijaya Semarang

pelaku menganiaya korban karena Sakit hati ditagih hutang dan diungkit-ungkit permasalahan terkait investasi bisnis melon bulan Desember tahun 2021,” kata Brigjen Abioso, saat jumpa pers, di Markas Polda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (10/8/2022)

Ia menjelaskan peristiwa penganiayaan Berawal dari tersangka dan korban Bustami berteman di grup facebook “Kerjasama Wirausaha” pada bulan Oktober 2021. Dalam grup tersebut korban Bustami menawarkan kerjasama usaha tanam melon dengan membantu modal 75% dan tersangka modal 25% sedangkan hasilnya akan dibagi dua sama rata. 

Setelah sepakat, Bustami mentrasfer uang total Rp. 35.000.000 pada bulan Oktober 2021. Pada bulan Desember 2021 usaha melon panen namun hanya memperoleh uang Rp. 28.000.000. Korban Bustami mendapatkan uang Rp. 15.000.000 dan tersangka mendapatkan uang Rp. 13.000.000. 

“Kemudian pada 5 Agustus 2022 sekitar pukul 17.00 WIB tersangka ditelfon korban Bustami untuk menjemputnya di Jogja. Tersangka kemudian berangkat menggunakan sepeda motor Honda Beat Merah Warna Hitam No.Pol AA 3163 XC menjemput korban Bustami di Jogja. Sesampainya di Jogja, tersangka bertemu dengan korban Bustami. Kurang lebih pukul 22.00 WIB tersangka dengan korban berangkat dari Jogja. Selama perjalanan korban mengungkit-ungkit hasil panen melon tahun 2021,” jelasnya

Kemudian terjadi cekcok dan sempat berhenti di depan Pantai Bugel Kulon Progo. Keributan tersebut dilerai oleh pengendara yang melintas. Kemudian tersangka dan korban melanjutkan perjalanan ke arah Kebumen. Sesampainya di sebelah barat area Bandara YIA tersangka berhenti dengan alasan ingin kencing. Saat itu tersangka sempat mengambil sebuah batu di dekat tersangka kencing dan disimpan di bawah tas korban yang berada di pijakan kaki depan sepeda motor. 

“Lalu Tersangka dan korban melanjutkan perjalanan sampai di Desa Kentengrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Korban terasa ingin kencing, kemudian masuk ke jalan desa yang berada di tengah perkebunan. Sekembalinya korban dari kencing ketika korban akan menaiki sepeda motor, tersangka menendang sepeda motor tersebut sehingga korban terjatuh. Pada saat itu tersangka mengambil batu yang disimpannya kemudian memukulkan di bagian kepala belakang korban. Mendengar korban masih bersuara/berbicara, tersangka mengambil linggis dan kunci inggris yang berada di dalam jok motor. Tersangka memukul kepala korban menggunakan kunci inggris sebanyak 1 kali namun kunci inggris tersebut terlepas dari tangan tersangka sampai terpental,” terang dia

Kemudian tersangka mengayunkan linggis arah kepala korban sebanyak 6 kali, dada 1 kali, perut 1 kali sampai korban bersimbah darah dan tidak bergerak lagi. Setelah itu tersangka mengambil Handphone korban, tas korban, topi korban, kemudian meninggalkan korban dengan keadaan bersimbah darah. Tersangka kemudian membuang tas korban, topi korban, kunci inggris, linggis dan batu pada saat perjalanan pulang ke Kebumen. Untuk Handphone korban dijual tersangka senilai Rp.1.200.000 dan telah habis untuk membayar hutang.

Kini pelaku terancam Pasal 338 KUHP, Pasal 351 ayat 3 KUHP, dan Pasal 365 KUHP ayat 3 tentang dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain atau penganiayaan yang menjadikan matinya seseorang atau pencurian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

“Ancaman penjaranya paling lama lima belas tahun,” tandas dia


tags: #penemuan mayat #purworejo #penganiayaan #wakapolda jateng brigjen pol abioso seno aji #pelaku

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI