Digadang-gadang Jadi Tempat Wisata Baru Kota Semarang, Pasar Apung Mulai Dibuka di Banjir Kanal Barat

Terdapat 30 perahu yang disediakan untuk para pedagang dan 30 perahu lainnya untuk para pembeli.

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:42 WIB - Ragam
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Muyassaroh

KUASAKATACOM, Semarang Pasar Apung di Kota Semarang mulai dibuka mulai Hari Minggu (14/8/2022) ini. Berbagai jenis makanan, minuman, sayuran, buah-buahan, hingga aksesoris dijual di pasar yang dibuka di pasar yang berlokasi di antara jembatan Banjir Kanal Barat (BKB) dan jembatan kereta api Kokrosono.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang R Wing Wiyarso Poespojoedho mengatakan Pasar Apung ini dibuka untuk memberdayakan potensi nelayan.

BERITA TERKAIT:
Hendi Lanjutkan Penerapan Hari Bebas Kendaraan Pribadi di Lingkungan Pemkot Semarang
Bangkitkan Perekonomian, Hendi Harap Semarang Terus Jadi Tuan Rumah Event Olahraga
Hendi Ajak Warga Jaga Trend Baik Angka Harapan Hidup Kota Semarang
Sekjen PDIP Pastikan Walikota Semarang Masuk Bursa Pilgub DKI 2024
Pandangan Pengamat Soal Walikota Semarang Hendi Masuk Bursa Pilgub DKI Jakarta

"Semarang kan kota pesisir, Kota Pelabuhan, KOta Bahari. Dengan potensi yang ada ini, Pak Wali, Pemkot mencoba memberikan peluang kepada mereka untuk lebih dapat meningkatkan kesejahteraan lagi," kata Wing kepada wartawan, Minggu (14/8/2022).

Selain itu, kata Wing, pasar yang dibuka mulai jam 6 hingga 9 pagi itu melibatkan UMKM agar bisa menggelar, menjual, dan mempromosikan dagangan mereka.

"Gol akhirnya adalah kita mencoba membuat suatu destinasi baru di Kota Semarang dengan bentuk Pasar Apung yang mungkin kalau di PUlau Jawa masih jarang ada," lanjutnya.

Wing berharap, Pasar Apung ini dapat mengundang para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Kota Semarang.

Terdapat 30 perahu yang disediakan untuk para pedagang dan 30 perahu lainnya untuk para pembeli. Untuk bisa naik perahu dan merasakan sensasi Pasar Apung, pengunjung harus antre untuk mendaftar dulu karena pengunjung yang naik perahu harus memakai rompi pelampung. Antrean terlihat cukup panjang hingga siang hari.

Pengunjung tidak perlu membayar untuk naik perahu, cukup meninggalkan kartu pengenal ke panitia. Nantinya, kartu pengenal akan dikembalikan ketika pengunjung mengembalikan pelampung.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang turut hadir meresmikan acara pun mengapresiasi gelaran Pasar Apung lantaran dapat melibatkan banyak pihak, mulai dari nelayan, pelaku UMKM, hingga masyarakat.

"Jadi alhamdulillah, upaya kita untuk bisa menciptakan ekologi yang lebih baik, dan ekonomi yang tumbuh berkembang. Dan tendangan terakhir pasti kalau tempat ini bisa jadi kegiatan yang rutin dan menarik pariwisatanya juga pasti akan meningkat," ujar Walikota yang akrab disapa Hendi itu.

Dirinya berharap kegiatan ini bisa diadakan secara rutin setiap pekan untuk menambah daftar tempat wisata di Kota Semarang.

"Makanya saya berharap di event ini setiap akhir pekan bisa diadakan di Kota Semarang," pungkas Hendi. 


tags: #hendrar prihadi #tempat wisata #dinas kebudayaan dan pariwisata #banjir kanal barat #pasar apung

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI