Viral Oknum Pengurus BEM FPIK Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Undip Belum Berkomentar

Hingga berita dinaikkan Undip belum beri konfirmasi terkait berita itu.

Jumat, 02 September 2022 | 19:29 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang – Viral di media sosial terkait adanya oknum mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melecehkan secara seksual dua orang.

Hal itu ramai dalam akun instagram @bemfpikundip . Dalam postingan Kamis (1/9) itu tertulis adanya “Surat Keputusan Pemberhentian Kepala Bidang LHK BEM FPIK UNDIP 2022”. Postingan itu juga menyertakan alamat link terkait surat pemberhentian Kepala Bidang secara elektronik yaitu https://bit.ly/SKPemberhentianKabidLHKBEMFPIK 

BERITA TERKAIT:
Lulus Doktoral Predikat Summa Cumlaude, Mbak Ita Jalani Prosesi Wisuda ke-174 Undip
UNDIP Peringkat Kedua Pendaftar Terbanyak SNBP 2024
Perlahan, Warga Pantura Tenggelam
Sasar Gen Z, Diskominfo Selenggarakan "Lapor Semarang Goes to Campus”
Canggih! RSND Undip Kini Miliki MRI 1.5 Tesla

Adapun dalam surat itu dijelaskan bahwa pelaku melecehkan seksual dua korban. Namun tak dijelaskan identitas kedua korban tersebut.

Hingga Jumat (2/9) siang postingan itu masih bisa diakses. Namun pada Jumat sore, postingan itu hilang. Kabar miring ini pun juga viral di twitter.

Tim KUASAKATACOM pun berusaha mencari konfirmasi kebenaran kabar itu. Tim telah menghubungi Rektor Undip Semarang Prof Yos Johan Utama. Tim telah menghubungi rektor dua kali melalui pesan singkat whatsapp. Namun  belum dibalas. Tim kemudian mencoba menelepon Rektor melalui whatsapp. Rektor malah menolak telepon.

Tim kemudian menghubungi Humas Undip, Utami. Tim telah bertanya dua kali melalui pesan singkat whatsapp namun tak dibalas. Pesan hanya dibaca. Tim pun telah berusaha menghubungi Utami lima kali melalui whatsapp namun juga tak diangkat. 

Terakhir tim berusaha meminta konfirmasi kepada Dekan FPIK Undip, Tri Winarni. Tim langsung berusaha menemui Dekan ke gedung FPIK pada Jumat sore. Tetapi sekretaris dekan mengatakan Tri Winarni belum bisa ditemui lantaran sedang rapat persiapan suatu acara. 

Tim akhirnya berusaha meminta konfirmasi Tri Winarni melalui pesan singkat. Hingga berita ini ditayangkan, Tri Winarni juga belum merespon.

***

tags: #universitas diponegoro #pelecehan seksual

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI