Delapan Perempuan Jadi Korban Prostitusi Online di Jakbar, Dua Pelaku Ditangkap

Modus tersangka mencari perempuan dan dijanjikan pekerjaan dengan bayaran besar.

Kamis, 22 September 2022 | 14:41 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Jakarta - Sebanyak delapan perempuan diduga menjadi korban kasus prostitusi online di Jakarta Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Penyidik Subdit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan bahwa hasil pemeriksaan, tersangka memiliki delapan orang anak asuh atau anak yang dia dagangkan. Dalam kasus ini, lanjut Zulpan, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing inisial EMT yang berperan sebagai muncikari dan RR yang berperan mencari pria hidung belang.

BERITA TERKAIT:
Delapan Perempuan Jadi Korban Prostitusi Online di Jakbar, Dua Pelaku Ditangkap
Razia Hotel, Polsek Sokaraja Banyumas Dapati 14 Muda-mudi Asik Berduaan
Seorang Pria di Purbalingga Jual Teman Wanitanya untuk Layanan Prostitusi Lewat Michat
Polisi Amankan Sembilan Pemuda Diduga Terlibat Prostitusi Online
Artis Sinetron Ikatan Cinta Diduga Terlibat Kasus Prostitusi Online

Dijelaskan Zulpan, modus tersangka mencari perempuan dan dijanjikan pekerjaan dengan bayaran besar, namun malah dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Kedua tersangka juga pada awalnya membelikan korban banyak hal seperti pakaian, kosmetik, makanan dan sebagainya. Namun hal itu kemudian dicatat sebagai hutang dan dijadikan alat untuk mengancam dan memaksa korban bekerja sebagai PSK.

"Jadi mereka dijanjikan akan diberikan pekerjaan yang mendatangkan uang banyak, kemudian diberi modal dan dicatat sebagai hutang. Apakah untuk membeli bajunya untuk penampilan bagus, terus pulsa. Tapi ternyata mereka disekap di apartemen," ujar Zulpan.

Kasus prostitusi disertai penyekapan tersebut terbongkar setelah salah satu korban yang berinisial NAT yang masih berusia 17 tahun memberanikan diri untuk kabur. NAT diketahui sebagai salah satu korban yang disekap hingga 1,5 tahun dan dipaksa bekerja sebagai PSK dengan dalih korban mempunyai hutang sebesar Rp35 juta kepada tersangka.

Korban akhirnya memberanikan diri untuk kabur dan menceritakan kejadian yang dialaminya ke kepada kedua orang tuanya yang kemudian melapor ke Polda Metro Jaya. "Pelapor sebagai ayah kandung menerangkan bahwa anak korban bercerita telah dijual oleh terlapor didaerah Jakarta Barat," kata Zulpan.

Laporan tersebut diterima oleh Polda Metro Jaya pada 14 Juni 2022 dengan nomor laporan LP/B/2912/VO/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

Atas laporan tersebut polisi kemudian menangkap tersangka EMT dan RR dengan persangkaan Pasal 76 I Jo Pasal 88 UU No. RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 12 dan atau Pasal 13 UU RI NO. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.


tags: #prostitusi online #pekerja seks komersial #polres metro jakarta barat

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI