Kabarti Beri Pelatihan Pengolahan Sampah Lewat Ecobrick sebagai Upaya Mengurangi Limbah Plastik

Sampah sejatinya memang masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan terbesar khususnya di Indonesia.

Kamis, 22 September 2022 | 23:55 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Lampung– Kelompok binaan Pertamina Integrated Terminal Panjang, ecobrick Kabarti memberikan pelatihan pemanfaatan sampah lewat ecobrick kepada mitra binaan Pertamina Integrated Terminal Palembang di Lapas Perempuan Kelas II A Kota Palembang dan Desa Semambu.

Kegiatan pelatihan pemanfaatan sampah lewat ecobrick di Lapas Perempuan Kelas II A Kota Palembang tersebut ditujukan bagi warga binaan perempuan, acara itu turut dihadiri Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kota Palembang. 

BERITA TERKAIT:
Soal Pertalite Dibilang Lebih Boros, Ini Jawaban Pertamina 
Setelah Harganya Naik Pertalite Jadi Lebih Boros, Benarkah?
Kabarti Beri Pelatihan Pengolahan Sampah Lewat Ecobrick sebagai Upaya Mengurangi Limbah Plastik
Kini Operasional Kilang Minyak Pertamina Lebih Hemat Dibandingkan Negara Tetangga
Muncul Harga BBM Lebih Murah dari Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina

Sedangkan untuk kegiatan di Desa Semambu, pelatihan pemanfaatan sampah lewat ecobrick ditujukan bagi Kelompok PKK dan Kelompok Bank Sampah yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa dan kecamatan.

ecobrick sendiri merupakan teknik mengolah sampah plastik menjadi sebuah benda yang bermanfaat. Ecobricks merupakan solusi praktis dan murah untuk mengurangi limbah plastik dengan cara memasukkan sampah plastik ke botol plastik kemudian dipadatkan.

Menurut Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan pelatihan tersebut wujud transfer knowledge antar mitra binaan daerah operasional Sumbagsel. Ia berharap lewat pelatihan itu selain mampu membantu dalam mengatasi permasalahan lingkungan,juga dapat menghasilkan keuntungan bagi para mitra binaan.

“Harapannya sampah yang selama ini menjadi masalah bagi kita dapat dimanfaatkan kehadirannya, salah satunya lewat ecobrick, yang dapat mengurangi dampak buruk dari sampah itu sendiri dan meningkatkan ekonomi bagi yang memanfaatkannya,” Kata Nikho.

Nurachmad selaku perwakilan dari Kelompok Bengkel ecobrick menjelaskan awal mula bagaimana ecobrick digunakan sebagai media pengolahan sampah di sekitar lingkungan Kampung Baru Tiga, Kecamatan Panjang Utara, Kota Bandar Lampung. ecobrick kemudian dapat diolah sebagai fondasi pembuatan barang serba guna seperti meja, kursi, tong sampah, pot bunga dan barang-barang kesenian lainnya. Pelatihan juga diisi dengan praktik pembuatan ecobrick sederhana dari sampah plastik.

Kegiatan itu, ujar Nurachmad merupakan sarana untuk saling belajar dalam pengolahan sampah. “Semoga dengan adanya pelatihan ini ke depannya kita dapat bersinergi dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual," ungkap Nurachmad.

Pelatihan pemanfaatan sampah lewat ecobrick disambut baik oleh mitra binaan Pertamina Integrated Terminal Palembang yang hadir. Salah satunya Ketua PKK Desa Semambu, Ibu Painun. 

“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat bagi kita serta meningkatkan kreativitas dalam mengolah sampah khususnya bagi PKK Desa Semambu dan Kelompok Bank Sampah,” ujar Painun.

Sampah sejatinya memang masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan terbesar khususnya di Indonesia. Berbagai usaha dicoba untuk memformulasikan bagaimana cara pengelolaan sampah yang efektif sehingga tidak mencemari lingkungan. 

Pengolahan sampah lewat ecobrick merupakan salah satu formula pengolahan sampah yang harapannya selain membantu mengatasi permasalahan lingkungan, dapat menghadirkan nilai ekonomis lewat produk turunan ecobrick yang dihasilkan.


tags: #pertamina #ecobrick # pengolahan sampah

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI