Modusnya Buka Warung Sembako, Pria Ini Diamankan Polres Purbalingga karena juga Jualan Narkoba 

Ia diamankan karena diketahui menjual obat daftar G di wilayah Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

Jumat, 14 Oktober 2022 | 09:20 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Purbalingga  - Satresnarkoba Polres Purbalingga mengungkap kasus tindak pidana narkoba. Dalam pengungkapan kali ini, dua tersangka berhasil diamankan berikut barang buktinya di dua lokasi berbeda.

Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono mengatakan Satresnarkoba Polres Purbalingga berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana narkoba. Dua tersangka berhasil diamankan di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu dua hari.

BERITA TERKAIT:
Polda Jateng Ungkap Peredaran Narkoba 52 Kg Sabu dan 35 Ribu Ekstasi Dikemas di Kardus Teh
Lapas Perempuan Semarang Tandatangani P4GN, Tejo: Narkoba Bukan Hanya Urusan BNN
Polisi Bongkar Kasus Rumah Produksi Coklat Ganja di Bojonggede
Polisi Ringkus Pengedar Tembakau Sintetis dan Obat-obatan Berbahaya di Banyumas
Hendak Ambil Paket Ganja di Apartemen, Seorang Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi

Yang pertama diamankan yaitu tersangka seorang pria inisial MI (21) warga Desa Ramee Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh. Ia diamankan karena diketahui menjual obat daftar G di wilayah Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu (25/9/2022).

"Modusnya pelaku membuka warung di komplek pasar untuk berjualan sembako. Namun digunakan juga untuk menjual obat daftar G," kata Pujiono, dalam siaran persnya, Kamis (13/10/2022)

Kasus kedua yang diungkap pada Senin (26/9/2022) sekira pukul 14.00 WIB di wilayah Kecamatan Bukateja. Tersangka yang diamankan berinisial FH (28) seorang laki-laki warga Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten PurbaIingga.

"Untuk modusnya tersangka membeli psikotropika secara online. Setelah  barang dikirim dan sampai kemudian dikonsumsi untuk sendiri," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan dari dua kasus tersebut yaitu 75 butir obat Hexymer, 34 butir obat jenis Tramadol, 19 butir Trihexyphenidil, 3 lempeng berisi 30 butir Alprazolam, dua kotak paket Kadus kecil atas nama tersangka sebagai penerima barang, sejumlah uang tunai dan telepon genggam.

Dia menambahkan kepada tersangka penyalahgunaan obat daftar G dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya paling lama sepuluh tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 1 miliar.

"Sedangkan kasus psikotropika, dikenakan pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta," pungkas dia

***

tags: #narkoba #purbalingga #polres purbalingga #satresnarkoba

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI