Siap-siap, Kendaraan Lebihi Baku Mutu Emisi bakal Dikenakan Tambahan Pajak

LHK belum membeberkan besaran presentase perbaikan kualitas udara.

Rabu, 09 November 2022 | 10:12 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Jakarta - kendaraan bermotor yang melebihi baku mutu emisi akan dikenakan tambahan pajak pencemaran lingkungan. Hal tersebut disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian LHK, LuckLuckmmi Purwandari memenangkan bahwa saat ini pihaknya tengah menghitung besaran angka tambahan panjak.

BERITA TERKAIT:
319.093 Kendaraan Tinggalkan Jakarta selama Musim Mudik Lebaran 1445 H
Alami Insiden, Seorang Pengguna Maxim di Semarang Terima Santunan Lebih Dari Rp6 Juta
Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim, Libatkan Lima Kendaraan
Sepanjang 2023, 40 Insiden Kecelakaan Kereta vs Kendaraan Terjadi Wilayah Kerja KAI Daop 4 
Selama Operasi Keselamatan Polri, Sebanyak 86.437 Kendaraan Ditilang

"Saat ini sedang kami hitung (besaran) angkanya berapa," kata Luckmi dikutip Rabu (9/11/2022). 

Dijelaskan olehnya, saat ini pihaknya sedang menggodok regulasi terkait pengenaan pajak tambahan pencemaran lingkungan bagi kendaraan bermotor yang melebihi baku mutu saat dilakukan uji emisi.

Rencananya, pengenaan pajak tambahan tersebut berlaku setelah regulasi tersebut rampung.

Menurut dia, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20 tahun 2017, kendaraan bermotor roda empat yang baru diproduksi harus memenuhi standar emisi Euro 4.

Untuk itu, pemerintah memperketat baku mutu emisi bagi kendaraan yang sudah beroperasi lama.

Dengan begitu, upaya menekan polusi udara dilakukan berbagai cara di antaranya tidak hanya melalui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Sementara itu, setelah adanya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, ia mencatat terjadi penurunan polusi udara.

Penurunan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) atau polusi udara, lanjut dia, didapatkan berdasarkan pengukuran di lima stasiun milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Kementerian LHK.

Meski begitu, pihaknya belum membeberkan besaran persentase perbaikan kualitas udara setelah adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kami sudah siapkan datanya, jadi trennya (polusi udara) menurun, cuma kami belum menghitung berapa persen penurunannya, tapi kelihatan trennya membaik kualitas udaranya," ucapnya.

***

tags: #kendaraan #remisi #kementerian #lingkungan hidup dan kehutanan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI