Kasus Covid-19 Meningkat, DKK Semarang Minta Adanya Optimalisasi Fungsi PeduliLindungi

“Dari sampling yang dilakukan, beberapa pasien di puskesmas dinyatakan positif Covid-19 dengan rata-rata penambahan 50 kasus setiap hari,” bebernya

Kamis, 10 November 2022 | 21:17 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Semarang – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang meminta sejumlah lembaga, pemangku otoritas pusat keramaian agar mengoptimalkan fungsi aplikasi Peduli Lindungi. Sebab saat ini kasus Covid-19 mengalami peningkatan. 

Kepala DKK Semarang Muhammad Abdul Hakam menuturkan pada Senin (7/11), angka positif Covid-19 di Kota Semarang mencapai 142 kasus. Dari total kasus tersebut, 81 orang dari Kota Semarang dan 61 orang asal luar kota yang tinggal di Kota Semarang. Bahkan pada Minggu (6/12) Dinkes Provinsi Jateng mencatat, Kota Semarang menempati posisi ke tiga dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di Jateng.

BERITA TERKAIT:
15 Orang di Jepara Meninggal karena DBD, Didominasi Anak-anak 
Perlu Kolaborasi Multipihak untuk Tangani Masalah Kesehatan di Jateng
Jepara Tetapkan Status Tanggap Darurat karena DBD Tak Terkendali
Angka Kasus DBD di Jepara Makin Melonjak, 12 Orang Meninggal Dunia 
Enam Puskesmas di Boyolali Jadi Lokus Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer

Terkait hal ini, ia menegaskan pihaknya telah memetakan wilayah-wilayah di Kota Semarang dengan jumlah kasus Covid-19 tinggi.

“Dari pantauan Dinkes, Kecamatan Tembalang, Banyumanik dan Ngaliyan menjadi wilayah dengan kasus Covid-19 tertinggi di Kota Semarang,” kata Hakam, di Semarang, Kamis (10/11/2022)

Tak hanya melakukan pemetaan, mobilitas masyarakat di wilayah dengan kasus Covid-19 tinggi, hingga sampling pasien di setiap puskesmas yang ada di Kota Semarang juga dilakukan.

“Dari sampling yang dilakukan, beberapa pasien di puskesmas dinyatakan positif Covid-19 dengan rata-rata penambahan 50 kasus setiap hari,” bebernya

Dengan adanya peningkatan jumlah ini, ia menyarankan adanya pembatasan kegiatan masyarakat serta pengoptimalan aplikasi PeduliLingkungan.

“Pengoptimalan PeduliLindungi yang dimaksud adalah pengembangan aplikasi untuk memberikan imbauan melakukan vaksinasi booster bagi masyarakat yang belum melaksanakam vaksinasi dosis ketiga,” terang dia

Pasalnya selama ini aplikasi tersebut hanya untuk pendataan tanpa ada pengembangan lebih. Namun hal tersebut dalam proses usulan lantaran yang akan memutuskan regulasi tersebut langsung dari pemerintah pusat.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri untuk menekan angka Covid-19, kerjasama pihak lain sangat kami butuhkan," tandasnya

***

tags: #dinas kesehatan #kota semarang #covid-19 #peduli lindungi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI