BBPJT Gelar FTBI 2022 untuk Revitalisasi Bahasa Daerah
FTBI merupakan wujud kepedulian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Sabtu, 12 November 2022 | 11:14 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Ungaran - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada 11—13 November 2022. Kegiatan berupa lomba untuk siswa SD dan SMP ini digelar dalam rangka merayakan Merdeka Belajar: Revitalisasi Bahasa Daerah.
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang menanungi BBPJT, Hafidz Muksin SSos MSi mengatakan bahwa Kemendikbudristek melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar Episode-17: Revitalisasi Bahasa Daerah di 13 provinsi dengan sasaran 38 bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa di Jawa Tengah.
BERITA TERKAIT:
Perkuat Pelayanan Publik Inklusif, Pegawai BBPJT Dilatih Bahasa Isyarat dan K3LK
BBPJT Ajak Lembaga Utamakan Bahasa Negara
MGMP Bahasa Jawa Jalin Kerjasama dengan BBPJT
BBPJT Gelar Diskusi “Ruang Bahasa dan Cerita Bersama Pak Menteri”
Kota Surakarta Raih Juara Umum FTBI Jateng 2025
“Kenyataan di lapangan menunjukkan, penutur jati tidak menggunakan bahasa daerah lagi. Penanganan terhadap pelestarian bahasa daerah masih belum optimal, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Bahasa daerah punah karena para penutur muda tidak lagi menggunakan bahasanya dan para orang tua tidak lagi mewariskan bahasa tersebut kepada anak-anaknya,” jelas Hafidz dalam acara FTBI di Hotel Griya Persada, Bandungan, pada Jumat (11/11/2022).
Hafidz menyatakan bahwa kebijakan revitalisasi bahasa daerah sangat penting dilakukan seluruh pemangku kepentingan agar para penutur muda dapat menjadi penutur aktif bahasa daerah. Generasi muda harus bangga menggunakan bahasa daerah dan ikut melestarikannya sebagai salah satu kekayaan Indonesia.
“Kita perlu menumbuhkan penutur muda agar memiliki kemauan dan semangat dalam mempelajari bahasa daerah melalui media yang disukai,” ujarnya.
Hafidz menambahkan bahwa pemerintah berupaya merevitalisasi bahasa daerah dengan melatih guru utama (training of trainers) dari guru-guru bahasa daerah. Setelah itu, pengimbasan dilakukan guru kepada para siswa di SD dan SMP. Siswa dapat memilih materi sesuai dengan minatnya.
“Keluarga, para maestro, dan pegiat pelindungan bahasa dan sastra daerah juga perlu dilibatkan secara intensif. Adapun FTBI ini digelar sebagai ajang selebrasi,” tegas dia
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr Ganjar Harimansyah menyatakan bahwa FTBI merupakan wujud kepedulian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah terhadap pelestarian bahasa-bahasa di daerah. FTBI kali ini merupakan kegiatan tahun kedua setelah tahun lalu sukses digelar di Surakarta.
“Berdasarkan undang-undang, pelestarian bahasa daerah merupakan wewenang pemerintah daerah. Jadi, tugas kami mendukung pelestarian tersebut. Oleh karena itu, perlu sinergi untuk mewujudkannya,” tutur Ganjar.
Ganjar menambahkan bahwa FTBI diselenggarakan dalam rangka revitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa. Festival tersebut diikuti utusan atau tunas-tunas muda yang berprestasi dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Ada tujuh lomba kategori putra dan putri, yakni menulis aksara Jawa, membaca geguritan, mendongeng bagi siswa SD serta membaca aksara Jawa, berpidato, dan nembang macapat bagi siswa SMP. Ada juga lomba yel,” terangnya.
Pemprov Jateng Dukung FTBI
Pemprov Jateng dan Bupati Semarang sangat mendukung FTBI sebagai sarana untuk melestarikan bahasa ibu di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga beserta lebih dari 600 peserta, pendamping, kepala sekolah, pengawas, guru, dan orang tua menjadi salah satu bukti antusiasme masyarakat dalam mendukung FTBI 2022.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah menyatakan bahwa saat ini sudah jarang anak-anak yang fasih menggunakan bahasa Jawa. Bahkan, di perkotaan, banyak anak yang tidak mengetahui sama sekali arti beberapa kosakata bahasa Jawa.
“Oleh karena itu, melalui festival seperti ini harapan kita, generasi-generasi Y atau milenial hingga generasi Z mengenal, memahami, dan mencintai bahasa ibu mereka. Kalau sudah cinta, tentu saja mereka akan menjadi pasukan pelestari bahasa ibu,” kata Uswatun
Pelestarian bahasa daerah ini, lanjutnya, menjadi tanggung jawab bersama sebagai generasi penerus bangsa. Bahasa daerah merupakan sebuah identitas positif, yang wajib menjadi perhatian semua. Bahasa daerah juga sebagai entitas pemersatu.
“Ada paguyuban-paguyuban yang berdasar bahasa daerah, dan itu sangat guyub dan eksis. Mereka mempunyai program dan saling membantu. Kemudian ada berbagai kegiatan kebudayaan yang disengkuyung bareng-bareng,” jelasnya.
Menurutnya, orang Jawa tentu harus bangga akan kejawaannya, bangga berbahasa Jawa. Sebagai bentuk kebanggaan dan upaya untuk nguri-uri bahasa Jawa, harus dibiasakan berbahasa Jawa pada setiap kegiatan.
“Bukan hal yang mudah memang, tetapi paling tidak ada semangat untuk mau dan belajar menggunakan bahasa Jawa. Ini akan menjadi contoh bagi masyarakat dan anak-anak muda kita agar ikut nguri-uri bahasa Jawa dengan berbahasa Jawa di keluarga kita,” ujarnya.
Menurutnya, program revitalisasi bahasa Jawa untuk para generasi muda dan milenial itu harus dilakukan dengan cara-cara yang ngepop dan menarik. Anak-anak muda harus didorong untuk menggunakan bahasa Jawa, khususnya di lingkungan keluarganya.
“Kita juga bisa mendorong dan menggerakkan media, bahkan lewat kebijakan Pemda untuk pembuatan film berbahasa Jawa, pembacaan berita di layar kaca berbahasa Jawa, menyuburkan aneka kompetisi berbasis bahasa Jawa, dan seterusnya. Upaya tersebut sekurangnya menjadi bagian cara kita merawat bahasa ibu, ya bahasa Jawa,” tegasnya.
***tags: #bbpjt #festival tunas bahasa ibu # badan pengembangan dan pembinaan bahasa
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Masuk 4 Besar Wonderful Indonesia Award, Tambi Tea Resort Jadi Role Model Wisata Wonosobo
13 Januari 2026
Seorang Pria Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo
13 Januari 2026
Wagub Jateng Apresiasi Peradaban Kampung Kauman Semarang
13 Januari 2026
Tuntut Evaluasi Kurator, Ratusan Eks Pekerja Sritex Gelar Aksi Damai di PN Semarang
13 Januari 2026
Banjir Rendam Jalur Pantura, Arus Pati–Rembang Tersendat hingga 3 Kilometer
13 Januari 2026
Disnaker Jateng Catat Penurunan Angka Pengangguran di Bawah Rata-rata Nasional
13 Januari 2026
Catat! Sementara Waktu, Boarding Gate Stasiun Semarang Tawang Dipindahkan ke Sisi Barat
13 Januari 2026
Arah Baru Hukum Pidana Indonesia, Kemenkum Jateng Sosialisasikan KUHP Nasional
13 Januari 2026
Bupati Paramitha Serahkan Kacamata Gratis Bagi 100 Marbot Masjid di Brebes
13 Januari 2026

