Unsiq Jateng di Wonosobo bentuk Pakwalisanak untuk cegah stunting. Foto : emhaka putra/kuasakata.com
Unsiq Jateng di Wonosobo Bentuk "Pakwalisanak"
Tim "Pakwalisanak" punya tugas mempromosikan air bersih dan sanitasi layak.
Senin, 14 November 2022 | 20:10 WIB - Didaktika
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Wonosobo- Guna menurunkan kasus stunting (gizi buruk) di Wonosobo, Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jeteng bekerjasama dengan Universitas Alma Ata Yogyakarta, Kedai Reka dan BKKBN Pusat, membentuk sekaligus menggelar pelatihan Bapak Kawal Air Bersih dan Sanitasi Layak (Pakwalisanak).
Pembentukan dan pelatihan "Pakwalisanak" yang digelar di Pibee Resto, Senin (14/11) itu, diikuti perwakilan 10 desa lokus stunting di Wonosobo. Peserta berasal dari Desa Tambi, Tieng (Kejajar), Slukatan (Mojotengah), Besani (Leksono), Pagerejo, Purbosono, Candimulyo (Kertek), Gondowulan, Tanjunganom (Kepil) dan Kaliwiro.
BERITA TERKAIT:
Unsiq Jateng Wisuda 1.045 Lulusan, Ini Pesan Rektor pada Wisudawan
Wakil Rektor I Unsiq , Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Psikologi Pendidikan
Usai Dilantik, Rektor Unsiq Jateng di Wonosobo Siap Lakukan Program Dasa Asa
Usai Ikuti Literasi Pertanian, Warga Desa Banjar Siap Tanam Jahe Merah
Beri Layanan Pendidikan Berkualitas, Unsiq Jateng Wonosobo Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT
Bertindak sebagai pemateri Muhammad Sahli dan Sri Mulyani. Keduanya merupakan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Unsiq Jateng di Wonosobo. Narasumber menyampaikan materi terkait pencegahan stunting dan konsep pelaksanaan "Pakwalisanak" di desa masing-masing. Peserta diakhir acara juga menyampaikan kondisi kasus stunting daerahnya.
Muhammad Sahli menjelaskan konsep "Pakwalisanak" adalah upaya pengembangan program promosi kesehatan untuk perubahan perilaku melalui pemberdayaan bapak-bapak di desa yang sadar akan pentingnya air bersih dan sanitasi yang layak. Lingkungan dan air yang kotor menyebabkan derajat kesehatan masyarakat jadi buruk.
"Tim "Pakwalisanak" punya tugas mempromosikan air bersih dan sanitasi layak sebagai upaya penanganan dan pencegahan masalah stunting di tingkat desa. Memonitor dan memastikan setiap rumah tangga mendapatkan air bersih dan sanitasi layak," paparnya.
Ditambahkan Sahli, warga yang tergabung di tim "Pakwalisanak" harus mampu mengajak masyarakat dan komunitas terkait dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi kelompok beresiko kasus stunting di desa. Air bersih dan sanitasi layak harus bisa dinikmati warga setempat.
Gong Ceting
Sementara itu, Sri Mulyani menyatakan sesuai Perpres RI No : 72 tahun 2021, percepatan penurunan angka stunting perlu dilakukan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan komunitas lainnya di masyarakat.
"Masalah stunting harus diselesaikan secara bersama-sama. Saat ini kasus stunting di Wonosobo di angka 14,7 persen. Sedang target secara nasional di tahun 2024 mendatang sebesar 14 persen. Adapun prevalensi kasus stunting di Indonesia sekarang berada di angka 24,4 persen dan di Jateng 20,9 persen," ungkapnya.
Menurut Sri Mulyani, melalui program gotong royong cegah stunting (Gong Ceting) dan pembentukan "Pakwalisanak" diharapkan percepatan penurunan angka stunting akan segera terwujud. Tanpa ada kesadaran bersama dan kolaborasi semua pihak, mustahil akselerasi pencegahan stunting akan berjalan maksimal.
"Penanganan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan. Dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan. Intervensi gizi spesifik diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi berusia 0-6 bulan serta ibu menyusui dan bayi berusia 6-23 bulan," ujarnya.
Adapun intervensi gizi sensitif, imbuhnya, meliputi akses air minum yang bersih dan aman serta sanitasi yang layak. Juga akses kesehatan, pendidikan, keluarga berencana, persalinan, pengasuhan anak, bantuan sosial dan ketahanan pangan yang baik.
"Program promosi kesehatan melalui layanan air bersih dan sanitasi layak adalah bahwa setiap ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan anak usia 0-23 bulan, harus mendapatkan akses layanan atau intervensi seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi baik untuk mencegah stunting," pungkasnya.
***tags: #unsiq #universitas sains al quran #bkkbn #stunting
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kanwil Kemenag Sumbar Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Longsor di Agam
11 Desember 2025
Terdampak Banjir, 225 Siswa Sekolah Rakyat di Aceh Dipulangkan Sementara
11 Desember 2025
Kemenag Matangkan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Ditjen Pesantren
11 Desember 2025
Sebanyak Lima Orang Ditangkap terkait OTT Bupati Lampung Tengah
11 Desember 2025
Mayoritas Kota di Indonesia Diprakirakan Hujan yang Dapat Disertai Petir Hari Ini
11 Desember 2025
Reformasi Regulasi Dam Disebut Bisa Kuatkan Ekonomi Peternak Lokal
11 Desember 2025
Juventus vs Siprus Pafos: Bianconeri Menang 2-0
11 Desember 2025
PSIM Yogyakarta Siap Gelar Laga Malam di Stadion Sultan Agung
11 Desember 2025
Mensos Sebut Izin Donasi Bencana Bisa Diurus Belakangan
11 Desember 2025
Lawan Manchester City, Real Madrid Dipermalukan di Hadapan Publik Sendiri
11 Desember 2025
Perayaan Natal KCC Dimeriahkan Tari Bali dan Musik Angklung.
11 Desember 2025
