Pemerintah Bagi-bagi Rice Cooker Gratis, Biar Apa?
Sebanyak 680 ribu unit penanak nasi ini akan disalurkan lewat APBN Kementerian ESDM 2023.
Rabu, 30 November 2022 | 09:54 WIB - Ekonomi
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan rencana program bagi-bagi rice cooker gratis untuk masyarakat.
Lalu apa alasan pemerintah bagi-bagi rice cooker gratis?
BERITA TERKAIT:
Pemerintah Jadi Tidak Bagi-bagi Rice Cooker? Sri Mulyani Bilang Begini
Rp340 Miliar untuk Bagi-bagi Rice Cooker, Kemenkeu: Tidak Ada di APBN 2023
Bagi-bagi Rice Cooker Tak Tepat, Pengamat Ekonomi UGM: Masak Lauk pun Harus Tetap Pakai Gas Elpiji 3 Kg
Pemerintah Bagi-bagi Rice Cooker Gratis, Biar Apa?
Pemerintah Rencanakan Bagi-bagi Rice Cooker, Masih Terkendala di Kemenkeu
Sebanyak 680 ribu unit penanak nasi ini akan disalurkan lewat APBN Kementerian ESDM 2023. Poin paket program ini sebesar Rp 500 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).
Meskipun demikian, program ini bukan tanpa tantangan. Salah satunya yakni pro dan kontra pemanfaatan penanak nasi listrik untuk pelanggan 450VA
Menurut paparan yang disajikan Subkoordinator Fasilitasi Kekerabatan Komersial Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Edy Pratiknyo, terdapat plus minus pemakaian rice cooker 200 watt dan 300 watt bagi pelanggan 450VA.
Dari segi keleluasaan waktu, rice cooker 200 watt bisa diterapkan sepanjang waktu. Sementara, untuk PNL 300 watt cuma dapat dipakai pagi dan petang. Penanak itu tak dapat dipakai ketika malam atau ketika seluruh lampu menyala sebab listrik akan jepret (turun).
Selanjutnya, dari sisi kapasitas, rice cooker 200 watt mempunyai kapasitas lebih kecil sehingga untuk memasak bisa lebih dari sekali untuk memenuhi keperluan. Sebaliknya, rice cooker 300 watt mempunyai kapasitas besar sehingga untuk memasak dapat cukup sekali dalam sehari.
"Dari kebijakan program penanak nasi ada plus minus, di sini berkaitan ada kapasitas kecil sehingga memasak bisa lebih sekali. Kapasitas 300 watt semestinya lebih besar sehingga memasak cukup sekali dalam sehari," katanya.
Menurutnya, berkaitan dengan kebijakan ini perlu kajian mendalam, termasuk melibatkan perguruan tinggi untuk hal ini.
Lebih lanjut, dalam paparannya ditunjukkan, untuk rice cooker 200 watt tidak perlu penambahan energi. Sementara, pada rice cooker 300 watt memerlukan tambah energi untuk kenyaman memasak yang berakibat pada tambahan tarif untuk tambah energi dari 450 VA menjadi 900 VA, dan biaya listrik pelanggan bersubsidi berubah dari Rp 415/kWh (450 VA) menjadi Rp 605/kWh (900VA).
Kemudian diceritakan ada sejumlah opsi untuk pemberian PNL ini. Pilihan pertama, untuk pelanggan 450VA dan 900VA diberi PNL kapasitas 0,8 L dengan energi 200 W. Kedua, untuk pelanggan 450VA diberi PNL kapasitas 0,8 L dengan energi 200 watt dan pelanggan 900 VA diberi PNL kapasitas 1 L dengan energi 300 watt.
Ketiga, pelanggan 450VA dan 900VA diberi PNL kapasitas 1 L dan energi 300 watt, dengan catatan pelanggan 450VA bersedia naik energi ke 900VA secara mandiri.
***tags: #bagi-bagi rice cooker #esdm
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Savaz Band Semarakkan HUT ke-48 SMAN 4 Semarang
16 Januari 2026
Seorang Pria Ditemukan Tewas usai Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo
16 Januari 2026
16 Hari Hilang, Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Tewas
16 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri
16 Januari 2026
Dosen FTIK USM Raih Gelar Doktor dari Undip
16 Januari 2026
Relawan USM Turut Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kudus
16 Januari 2026
Donald Trump Serukan Perebutan Greenland, Guru Besar UGM: Bukan Kebijakan Realistis
16 Januari 2026
Pertamina Perkuat Kompetensi SDM Melalui Program Profesi Insinyur Kerja Sama dengan ITB
16 Januari 2026
Nasaruddin Umar Serukan Pentingnya Kesalehan Ekologis dalam Peringatan Isra Mikraj 1447 H
16 Januari 2026
Menag Serukan "Pertobatan Ekologis" dalam Peringatan Isra Mikraj 1447 H
16 Januari 2026

