Belasan Ibu di Semarang Jadi Korban Arisan Online, Malah Digugat Perdata Oleh Terduga Tersangka

Atas adanya kejadian ini para ibu-ibu menggelar mediasi di Pengadilan Negeri Semarang.

Rabu, 30 November 2022 | 13:14 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang – Sejumlah ibu rumah tangga di Kota Semarang merasa kaget dengan adanya gugatan perdata kasus penipuan berkedok arisan online. Ibu-ibu ini menjadi korban arisan online malah digugat secara perdata oleh YPM.

Atas adanya kejadian ini, para ibu-ibu menggelar mediasi di Pengadilan Negeri Semarang.

BERITA TERKAIT:
Bandar Arisan Japo Gugat Dua Membernya, Penasehat Hukum Turut Tergugat: Gugatan Ini Janggal
Oknum ASN Jateng Macet Setor Uang ke Para Member Arisan Online, Polisi: Korban Rugi Rp 1,8 Miliar
Belasan Ibu di Semarang Jadi Korban Arisan Online, Malah Digugat Perdata Oleh Terduga Tersangka
Terjadi Lagi! Penipuan Berkedok Arisan Online di Kota Semarang
Polda Jateng Bongkar Penipuan Berkedok Arisan Online

Salah satu Kuasa Hukum dari ibu rumah tangga di Semarang, Putro Negoro Rekthosetho SH menerangkan mediasi ini dilakukan oleh kliennya karena mereka yang merasa jadi korban.

"YPM tidak hadir mediasi. YPM adalah seorang anggota ASN Pemprov Jateng. Kalau di Semarang dikenal sebagai DK 99," kata Putro, di Semarang, Selasa (29/11/2022)

DK 99 ini menjanjikan keuntungan bagi para member dan bertanggung jawab penuh atas arisan yang diadakan. Namun ternyata tanggung jawab DK 99 ini tidak dipenuhi, lalu arisan yang dikelola macet/kolabs 

DK 99 Pun sama sekali tidak bertanggungjawab atas kerugian member, sedangkan yang bersangkutan dalam satu putaran dapat uang keuntungan tanpa membayar

Putro menambahkan gugatan yang dilakukan oleh DK 99 itu sebagai bentuk siasat kepada para korban agar seolah-olah mereka yang tidak membayar iuran arisan.

"Padahal justru klien saya korban. Nilainya digugat sekitar Rp 300 juta. Sebenarnya lebih dari itu. Karena kita melakukan perhitungan dengan menghubungi kantor akuntan publik (KAP), kerugian untuk klien saya saja Rp 817 juta. Untuk total kumulatifnya sekitar Rp 13 miliar," jelasnya

Selain itu Putro menuturkan dalam arisan tersebut ada lebih dari 18 orang. Namun yang digugat adalah 18 orang.

Lebih jauh Putro memaparkan, pola yang dilakukan oleh DK 99 ini adalah dengan menghubungi para member dan membuat Grup Whatsapp dengan skema arisan online. Arisan ini sudah dilakukan sejak bulan Februari 2022 setiap anggota bergabung dalam waktu yang berbeda-beda.

"Jadi ada istilahnya Arisan Japo atau Jatuh Tempo, belakangnya ada nilai katakanlah Rp 100 juta. Terus para member ini menyetor Rp 100 juta kemudian diberi tenggang waktu berikutnya dia mendapatkan kelebihan dari Rp 100 juta tersebut," ungkap dia

Namun baru jalan sekitar 3 bulan, kemudian DK 99 tidak membayar. Setelah ditagih ternyata uang tidak bisa kembali. 

Putro menyebut untuk langkah selanjutnya tetap mendorong pihak Polrestabes dan Polda untuk mengusut tuntas.

Dari salah seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban yakni Lestari mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 550 juta.

Sejumlah uang itu tidak dibayarkan oleh DK 99 pada Maret 2022. Sejak mendapat cek kosong dia sudah melaporkan ke Polda Jateng.

***

tags: #arisan online #penipuan #semarang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI