FPP Undip Dampingi Peternak Jepara Tangani Limbah Ternak
Digester biogas adalah Continous system, yang harus selalu diisi kotoran ternak secara rutin agar dapat berfungsi optimal.
Sabtu, 10 Desember 2022 | 20:29 WIB - Didaktika
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Jepara- Pengembangan usaha peternakan ruminansia, khususnya di sentra padat penduduk sangat dibutuhkan perhatian. Hal ini mengingat limbah peternakan sapi berpotensi mencemari lingkungan.
Demikian halnya petani peternak sapi yang tergabung dalam Kelompok Ternak Makmur Bhumi Jaya, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, yang posisi kandangnya terletak di tengah pemukiman warga.
BERITA TERKAIT:
DLH Bojonegoro Ambil Sampel Air Irigasi yang Diduga Tercemar Limbah Pengeboran Minyak
FPP Undip Dampingi Peternak Jepara Tangani Limbah Ternak
Warga Minta DPRD Jateng Cek Kondisi Pencemaran Lingkungan di Meteseh Kendal
Iqbal Tegaskan Polda Jateng Komitmen Tegakkan Hukum Soal Pencemaran Lingkungan
Pemkab Pekalongan Klaim Telah Beri Surat Peringatan ke PT Pajitex soal Pencemaran Lingkungan
Ahmad Mufid selaku Ketua Kelompok menjelaskan bahwa kandang kelompoknya berada di wilayah padat pemukiman, sehingga limbahnya perlu ditangani secara khusus.
“Tahun lalu kami sudah dibantu program Corporate social responsibility (CSR) sebuah perusahaan, dibangunkan digester biogas agar kotoran sapi bisa dimasukkan ke digester. Tetapi tidak tahu masalahnya, ternyata belum berfungsi seperti yang diharapkan,” ungkap Mufid, di Jepara, Jumat (9/12/2022).
Menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi peteni peternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengirimkan dua dosennya untuk meninjau lokasi sekaligus memberikan solusinya.
Dua dosen itu yakni Dr Ir Marry Christiyanto MP IPM dan Dr Ir Cahya Setya Utama SPt MSi IPM.
Dari hasil tinjauan, Marry Christiyanto menyebutkan, banyak peternak yang membangunkan biogas, tetapi peternaknya belum diberikan pemahaman untuk mengoperasionalkan biogas dengan baik dan benar.
“Ini yang menyebabkan digester biogas yang mangkrak, tidak berfungsi” Jelas Marry.
Digester biogas, kata dia, tidak bisa disamakan sebagai peralatan biasa, karena digester biogas adalah Continous system, yang harus selalu diisi kotoran ternak secara rutin agar dapat berfungsi optimal. Jika berhenti pengisiannya akan mengakibatkan digester berhenti sistemnya dan dibutuhkan biaya besar untuk mengaktifkannya kembali.
“Sumber permasalahan yang menyebabkan biogas tidak menyala di kompor harus ditemukan sehingga peternak tidak merasa sia-sia melakukan pengisian digester biogas,” jelasnya.
Cahya Setya Utama menambahkan upaya pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik juga menjadi aspek penting guna meningkatkan pendapatan petani peternak.
“limbah kotoran yang berbau tidak sedap ini nantinya harus berganti menjadi bau uang, dengan syarat pupuk produksi peternak juga harus sudah tidak berbau kotoran lagi, sudah berbau khas fermentasi yang berhasil,” tegasnya.
Proses fermentasi kotoran ternak (padat dan cair) melalui fermentasi terkendali dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh, akan menghasilkan pupuk organik berkualitas yang akan mudah dipasarkan dan diterima oleh konsumen.
***tags: #pencemaran lingkungan #universitas diponegoro #fakultas peternakan dan pertanian #limbah
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kanwil Kemenag Sumbar Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Longsor di Agam
11 Desember 2025
Terdampak Banjir, 225 Siswa Sekolah Rakyat di Aceh Dipulangkan Sementara
11 Desember 2025
Kemenag Matangkan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Ditjen Pesantren
11 Desember 2025
Sebanyak Lima Orang Ditangkap terkait OTT Bupati Lampung Tengah
11 Desember 2025
Mayoritas Kota di Indonesia Diprakirakan Hujan yang Dapat Disertai Petir Hari Ini
11 Desember 2025
Reformasi Regulasi Dam Disebut Bisa Kuatkan Ekonomi Peternak Lokal
11 Desember 2025
Juventus vs Siprus Pafos: Bianconeri Menang 2-0
11 Desember 2025
PSIM Yogyakarta Siap Gelar Laga Malam di Stadion Sultan Agung
11 Desember 2025
Mensos Sebut Izin Donasi Bencana Bisa Diurus Belakangan
11 Desember 2025
Lawan Manchester City, Real Madrid Dipermalukan di Hadapan Publik Sendiri
11 Desember 2025
Perayaan Natal KCC Dimeriahkan Tari Bali dan Musik Angklung.
11 Desember 2025

