Luar Biasa! Segini Penghasilan Penjual Lato-lato, Mainan Berisik yang Sedang Viral 

Menurut Salah satu penjual lato-lato di Pasar Asemka, Jakarta Barat mengaku bisa menjual hingga 600 pasang lato-lato.

Selasa, 03 Januari 2023 | 10:21 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - lato-lato kini jadi mainan yang sangat digandrungi. Tak hanya anak-anak, orang-orang dewasa juga memainkan. Tak heran bertebaran banyak video warganet tengah memainkan mainan ini. 

Nyatanya tahun berganti namun permainan ini makin digemari. Minat terhadap mainan yang memilik namai lain seperti nok-nok, tok-tok, kato-kato, tak surut. Hal ini pun menjadi berkah bagi pedagang lato-lato

BERITA TERKAIT:
Belasan Tahun Nabung, Pasutri Penjual Sembako Ini Akhirnya Naik Haji
Viral Jual Kain Kafan di Live Tiktok, Penjual Ini Ingatkan Kematian dengan Candaan
Meski Tak Sepopuler Dulu, Tapi Penjual Batu Akik Menolak Punah
Bejat! Tukang Mie Ayam di Semarang Utara Cabuli Anak Dibawah Umur
Wanita Penjual Kue Lebaran Tertipu, Padahal Bikinnya Kebut Semalaman

Menurut Salah satu penjual lato-lato di Pasar Asemka, Jakarta Barat mengaku bisa menjual hingga 600 pasang lato-lato.

"Nggak tentu. Ini aja baru mau dikirim satu karung, 600 pasang berarti ada 1.200 (buah). Saya tadi sudah kirim di box 600 pasang," kata salah satu penjual lato-lato, Dori, Senin (2/1/2023).

Dori mengatakan dirinya baru mulai jualan lato-lato seminggu ini karena mainan tersebut sedang viral. Sebelumnya, ia adalah penjual masker.

"Baru viral ini aja. Baru semingguan, belum lama. Kalau masker sudah lama, kalau lato-lato baru. Ini (lato-lato) lagi viral kan, iseng saja buat tambah-tambahan. Ntar kalo udah ya udah, jual masker lagi," ujarnya.

Dori menjual lato-lato dalam bentuk satuan maupun lusinan. Satu pasang lato-lato dibanderol Rp 10.000, sementara satu lusin lato-lato dibanderol Rp 60.000.

"Ini satu pasang Rp 10.000, beli 2 pasang Rp 15.000, kalau beli lusinan kasih goceng. Satu pasangnya goceng kalo beli lusinan," kata Dori.

Untuk omzetnya sendiri, dirinya mengaku hanya mengambil Rp 200 per pasang lato-lato dan modal yang dikeluarkan per pasang lato-lato Rp 4.800. 

"Ya paling ambilnya Rp 200 perak per pasang. Kan kita jualnya grosir lagi. Abis beli grosir kita jual grosir lagi, emang ambil Rp 200 perak doang," tuturnya.

Apabila lato-lato yang dijual per lusin Rp 60.000, jika dalam sehari dapat menjual hingga 600 pasang, maka dapat diasumsikan pendapatannya sehari mencapai Rp 3.000.000.

Sementara salah satu penjual eceran lato-lato dapat menjual satu lusin lato-lato per hari. Pedagang yang tidak mau disebutkan namanya ini juga baru mulai menjual lato-lato seminggu belakangan ini.

Sebelum menjual lato-lato, ia merupakan pengurus Masjid. Ia mengaku, berjualan lato-lato hanya menjadi pekerjaan sampingan saja.

"Saya baru juga, baru dagang ini. Karena orang-orang nanyain ginian, baru mulai dagang. Karena saya dengar (penghasilannya) lumayanlah," ucapnya.

Dalam sehari, dirinya bisa menjual satu sampai dua lusin lato-lato. Harga yang ditawarkan yaitu Rp 10.000 per pasang dan Rp 15.000 untuk 2 pasang.

Menurutnya, mainan ini banyak diburu orang karena menjelang tahun baru. "Ini kan barangnya musiman. Kalau nggak musiman mah nggak laku, karena menjelang tahun baru aja. Pokoknya ini mau awal tahun baru sudah ada. Belum begitu viral itu, masih biasa aja," ucapnya.

Apabila satu pasang lato-lato dijual Rp 10.000 dan dalam sehari dapat menjual satu lusin lato-lato, maka dapat diasumsikan pendapatannya sekitar Rp 120.000 dalam satu hari.

***

tags: #penjual #lato-lato #mainan #anak-anak

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI