Terendam Banjir, 3.489 Hektare Sawah di Kudus Puso dan Terancam Gagal Panen
Akibatnya, tanaman padi mengalami puso alias batang tanaman membusuk akibat tergenang dalam waktu lama.
Minggu, 22 Januari 2023 | 19:47 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Kudus - banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kudus berdampak pada tanaman padi. Setidaknya sawah seluas 3.489 hektare di Kudus terendam banjir hingga mengakibatkan gagal panen.
Akibatnya, tanaman padi mengalami puso alias batang tanaman membusuk akibat tergenang dalam waktu lama.
BERITA TERKAIT:
Harmoni Alam dan Tradisi: Lanskap Budaya Sawah Terasering Etnis Hani di Yunnan
Purbalingga Siap Dukung Gerakan Swasembada Pangan Nasional
Tersambar Petir Saat Berada di Sawah, Warga Purbalingga Tewas
856 Hektare Sawah di Bandung Terdampak Kekeringan
Keren! Petani Milenial Bantul Manfaatkan Teknologi untuk Penyiraman Sawah Otomatis, Hanya dengan "Ok Google"
"Ribuan hektare lahan tanaman padi yang puso tersebut tergenang banjir hingga tanggal 15 Januari 2023 yang tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai dari Kecamatan Jati, Mejobo, Kaliwungu, Jekulo, dan Undaan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetya melalui Kasi Tanaman Pangan Arin Nikmah di Kudus, Minggu (22/1/2023).
Ia mencatat lahan tanaman padi yang tergenang akibat banjir pada awal Januari 2023 mencapai 3.756 hektare, namun yang mengalami gagal panen seluas 3.489 hektare. Sedangkan potensi kerugiannya berkisar Rp 50,1 miliar.
Potensi kerugian tersebut, imbuh dia, dihitung berdasarkan umur tanaman. Untuk tanaman 1-45 hari setelah tanam (HST) nilai kerugian per haktare berkisar Rp 7,5 juta. Sementara itu tanaman padi di atas 45 HST, potensi kerugiannya berkisar Rp 15 juta per hektare.
"Penghitungan potensi kerugian tersebut merupakan rata-rata karena varian umur tanaman padi yang puso bervariasi," ujarnya.
Sementara itu ketinggian genangan banjir yang terjadi juga bervariasi. Ketika genangan berlangsung terlalu lama, batang tanaman padi dipastikan membusuk alias puso.
Dinas Pertanian dan Pangan Kudus juga sudah mengajukan bantuan benih kepada Pemerintah Pusat dan sebagian diajukan klaim asuransinya karena ada yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Tanaman padi puso yang mengikuti program AUTP seluas 407 hektare, sedangkan yang diusulkan mendapatkan bantuan benih karena dampak perubahan iklim ke Kementerian Pertanian seluas 3.401 hektare.
***tags: #sawah #banjir #kudus #gagal panen #dinas pertanian
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Gubernur Luthfi: Backlog Rumah di Jateng Berkurang 274.514 Unit Sepanjang Tahun 2025
11 Februari 2026
Polisi Ringkus Komplotan Begal dan Penadah di Penjaringan Jakut
11 Februari 2026
Sopir dan Kernet Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Tangkap Pelaku
11 Februari 2026
Polisi Ringkus Empat Pengedar Narkoba yang Diselundupkan ke Jawa, Sabu 7,9 Kilogram Turut Disita
11 Februari 2026
Bupati Boyolali Serahkan Bulan Dana dan Resmikan Gedung Baru PMI
11 Februari 2026
Bupati Sragen Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026
11 Februari 2026
AS dan Kanada Belum Terkalahkan di Hoki Es Putri Olimpiade Musim Dingin 2026
11 Februari 2026
Bournemouth vs Everton: 10 Pemain The Toffees Kalah 1-2
11 Februari 2026
Kemenag Perkuat Jaminan Produk Halal dengan Konsep Green Halal
11 Februari 2026
Tottenham Hotspur vs Newcastle: The Lilywhites Keok 1-2 di Kandang Sendiri
11 Februari 2026

