Apes! Maling Motor di Semarang Tertangkap saat Bertransaksi dengan Korbannya

Karena ketahuan korbannya akhirnya ia dibawa korban dan temannya ke Polsek Pedurungan. 

Selasa, 24 Januari 2023 | 18:16 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang– Seorang pria bernama Abdul Wahid (31) warga asal Jalan Makam Ibrohim, Banjardowo, Genuk, Kota Semarang mendapat nasib sial. Berniat mendapat untung dari menjual motor curian, ia malah mendekam di penjara. 

Kapolsek Pedurungan Kompol Dina Novitasari mengatakan pada Senin (16/1/2023) pukul 19.30 WIB, Abdul Wahid menggelapkan kendaraan seseorang anak di depan City walk Jalan Brigjen Sudiarto Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

BERITA TERKAIT:
Polres Batang Tangkap Pelaku Kasus Pencurian di 11 Sekolah, Dua Lainnya Buron
Polisi Buru Perampok Toko Emas di Pacitan, Pelaku Gasak Puluhan Gram Perhiasan
Demi Lunasi Cicilan Iphone, Mantan Karyawan Bobol Konter Gasak Uang Belasan Juta 
Modus Pencurian Mobil Box di Jakbar Terungkap, Pelaku Pereteli Barang Curian
Viral Wanita Berjilbab Hitam di Kudus Ketahuan Nyolong di Warung Minuman, Tabung Gas hingga Uang Raib Digondol

Sepeda motor tersebut yakni Honda Beat Nopol H-4226- ATE. Motor itu dikendarai seorang anak inisial ABI (16) warga Pucanggading, Demak.

“Peristiwa penggelapan sepeda motor terjadi barawal pada Senin 16 Januari 2023 sekira pukul 18.30 WIB. Saat itu tersangka dari rumah berangkat ke wilayah pedurungan menumpang temannya,” kata Kompol Dina, saat jumpa pers, di Markas Polrestabes Semarang, Selasa (24/1/2023).

Pelaku lantas turun di depan SPBU Jalan Brigjen Sudiarto Kecamatan Pedurungan Semarang sekira pukul 19.00. Kemudian, selang 30 menit tersangka melihat seorang anak laki-laki yang sedang mengendarai sepeda motor Honda beat sendirian.

“Tersangka langsung memberhentikan anak tersebut. Tersangka bilang kepada anak tersebut seolah-olah kenal dengan kakaknya dan tersangka bilang “Masmu neng omah pora (kakak kamu di rumah tidak?). Anak tersebut menjawab 'Masku neng omah' (kakak saya di rumah). Tersangka kembali berkata 'Ayo aku terke neng omah. Aku suwe ora ketemu masmu' (ayo antarkan saya ke rumah. Saya lama tidak bertemu dengan kakak kamu),” jelasnya.

“Kemudian anak tersebut menjawab "Ayo tak antar ke rumah. Tersangka berkata lagi 'Dik tak boncengke yo gen cepet' (dik aku yang boncengkan kamu ya biar cepat) dan dijawab korban 'monggo mas' (silahkan mas),” sambungnya.

Pelaku pun mengendarai motor korban. Di tengah perjalanan, tersangka berpura-pura sandal yang dipakai dijatuhkan. Lantas tersangka menyuruh anak tersebut turun dari sepeda motor untuk mengambilkan sandal tersebut. 

“Setelah itu korban turun dari sepeda motor dan tersangka segera melarikan diri dengan sepeda motor tersebut,” terang dia.

Usai mendapatkan motor tersebut, kata dia, pelaku menjual sepeda motor tersebut melalui marketplace. 

Tersangka Abdul Wahid mengaku baru satu kali melakukan hal ini. Dia memilih mangsa secara acak. Dia menyebutkan usai mendapatkan motor tersebut, dia menjual Honda Beat itu di media sosial.

Korban yang mengetahui adanya iklan itu kemudian berpura-pura membeli motor tanpa nego harga. Keduanya bertemu di suatu wilayah. 

“Motor saya iklankan di Facebook Jual Beli Motor Semarang. Lalu ada yang minat tanpa nawar harga Rp3 Juta. Lalu ternyata saya cash on delivery (COD) dengan yang punya motor sendiri,” kata Abdul.

Karena ketahuan korbannya, kata dia, akhirnya ia dibawa korban dan temannya ke Polsek Pedurungan. 

“Karena ketahuan, lalu saya dibawa ke Polsek Pedurungan. Ada empat orang yang bawa saya,” tandas dia.

***

tags: #pencurian #motor curian #kota semarang #polrestabes semarang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI