Menkes Tegaskan Vaksin Booster akan Berbayar Usai PPKM Dicabut, Segini Nominalnya

Budi juga menjelaskan bahwa vaksin booster bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Rabu, 08 Februari 2023 | 15:28 WIB - Kesehatan
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta - Vaksinasi Covid-19 booster akan dikenai biaya usai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut. Hal itu ditegaskan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Menkes Budi menyampaikan bahwa vaksin booster Covid-19 tidak akan gratis lagi untuk umum. Setiap dosis vaksin booster, rencananya akan dikenai biaya sebesar Rp100.000.

BERITA TERKAIT:
Polres Semarang Gelar Vaksinasi untuk Karyawan PT Nissin, 1500 Dosis Vaksin Disiapkan
Menkes Tegaskan Vaksin Booster akan Berbayar Usai PPKM Dicabut, Segini Nominalnya
Animo Warga Ikut Vaksinasi Booster Kedua di Balaikota Semarang
Kasus Covid-19 di Semarang Terus Meningkat
Capaian Vaksin Booster di Batang Baru 17,95 Persen, Dinkes: Kesadaran Masyarakat Mulai Berkurang 

"Vaksinasi untuk booster kita siapkan, harganya sebenarnya di bawah Rp 100.000 belum pakai ongkos, ini bisa dicover oleh masyarakat secara independen," kata Budi.

Budi juga menjelaskan bahwa vaksin booster bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali. Menurutnya, nominal tersebut tidak terlalu memberatkan jika dikeluarkan setiap enam bulan sekali.

Harga Rp 100.000 setiap enam bulan sekali menurut saya sih suatu angka yang masih make sense ya," lanjut Budi.

Meski begitu, Menkes Budi menegaskan jika kebijakan vaksin booster berbayar tidak akan berlaku secara umum untuk masyarakat. Bagi masyarakat kurang mampu, akan ada kebijakan tersendiri di mana bisa mendapat vaksin booster gratis lewat mekanisme Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. 

"Untuk masyarakat yang tidak mampu nanti kita cover pakai mekanisme PBI," ujarnya.

Selain vaksinasi, Budi menambahkan, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan pada masa transisi pandemi Covid-19 menuju endemi. Termasuk, mengantisipasi munculnya Covid-varian baru dari Covid-19

"Kita akan lebih agresif mengenai prokes, vaksinasi, mengenai varian-varian baru. Karena kenaikan kasus Covid-19 karena adanya varian baru, bukan karena mobilitas, bukan acara-acara," imbuhnya.

***

tags: #vaksin booster #covid-19 #menkes #berbayar #ppkm

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI