Tawur Agung, Umat Hindu Semarang Harap 2023 Jadi Tahun Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19

Umat Hindu Semarang mengenakan pakaian atas putih yang dipadukan dengan kain untuk menutup bagian bawah tubuh mereka. 

Rabu, 22 Maret 2023 | 09:22 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, SemarangUmat Hindu di Kota Semarang, Jateng berharap 2023 menjadi tahun pemulihan berbagai sektor kehidupan pasca dilanda pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Umat Hindu Semarang saat jelang perayaan Tawur Agung Kesanga dalam rangka Nyepi tahun 2023. Tawur Agung Kesanfa digelar di Pura Agung Giri Nata Semarang, pada Selasa (21/3/2023).

BERITA TERKAIT:
Tawur Agung, Umat Hindu Semarang Harap 2023 Jadi Tahun Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19
Upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan Dihadiri Ratusan Umat Hindu

Dalam Upacara Tawur Agung Kesanga ini Umat Hindu Semarang mengenakan pakaian atas putih yang dipadukan dengan kain untuk menutup bagian bawah tubuh mereka. 

Disana, sudah terlihat berbagai sesaji yang diletakkan di tengah-tengah halaman Pura oleh Umat Hindu Semarang untuk Upacara Tawur Agung Kesanga. Sesaji itu berisi berbagai tanaman, nasi, hingga bunga-bungaan yang disusun dengan rapi. 

Peserta upacara tersebut kemudian berdoa yang diiringi bunyi gamelan dengan menghadap ke arah sesaji. Mereka juga bergantian datang ke area sesaji untuk memercikkan air ke arah berbagai sesaji tersebut. 

Lalu, beberapa perwakilan umat berkeliling pura dengan membawa obor, sapu, dan kentongan. 

Setelah lima putaran, sesaji tersebut kemudian ditumpuk menjadi satu dan dibakar. Usai acara itu, pemangku agama kemudian memberikan air kepada para umat. 

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Nengah Wirta Darmayana menyampaikan Tawur Agung, prosesinya dimulai pembersihan dengan membakar sesaji. Lalu malamnya persembahyangan bersama menjelang Hari Raya Nyepi. Esensi dari Tawur Agung adalah untuk saling mempererat persaudaraan.

"Jadi, kita tidak bisa hidup sendiri karena dalam negara sangat heterogen, seperti Indonesia ada 6 agama yang mengajak umat beragama moderat, toleran, dan tidak berlebih-lebihan fleksibel tidak kaku. Itulah modal dasar kita membangun suatu kerukunan,” kata Nengah.

Selain itu, juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi atas karunia alam semesta yang diberikan kepada umatnya.

"Sebab, manusia tidak bisa hidup tanpa alam semesta," jelasnya.

Dia berharap ibadah Nyepi bisa menjadikan umat agar lebih santun, damai, dan sejuk. 

"Kita ada doa khusus yaitu mudah-mudahan tahun 2023 ini merupakan tahun pemulihan seperti kita ketahui, kita rasakan hampir 3 tahun kita dilanda Covid-19, mudah-mudahan tahun 2023 ini tahun saka 1945 ini menjadi tahun yang bisa mengembalikan lagi situasi kedamaian, ekonomi, dan lain sebagainya dalam rangka memajukan bangsa dan negara," tandas dia.

***

tags: #tawur agung kesanga #umat hindu #covid-19

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI