Baju Harga Jutaan Hanya Dijual Mulai Rp20.000 Jadi Alasan Thrifting Digemari
“Sebenarnya dari kalangan mana saja, cuma memang terbanyak dari kalangan muda. Mereka pintar-pintar sekali dalam memilih baju bekas ya, nawarnya juga pintar,” ujarnya.
Sabtu, 01 April 2023 | 11:20 WIB - Ekonomi
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta - baju bekas impor atau thrifting menjadi tren yang digemari anak muda meski sudah dilarang oleh pemerintah. Alasan pemerintah melarang industri ini karena aktifitas ini dapat mematikan pengusaha lokal.
Masyarakat bisa mendapatkan baju-baju dari berbagai merk seperti Uniqlo, H&M, Zara dan lain sebagainya, dengan desain yang menarik, namun harganya sangat murah berkisar antara Rp 20.000-100.000.
BERITA TERKAIT:
Mentan Ungkap Kasus 250 Ton Beras Impor Ilegal dari Thailand
Pemerintah Percepat Swasembada Beras dan Hentikan Impor Ilegal
Dilema Impor Ternak Tak Goyahkan Jateng sebagai Lumbung Ternak Nasional
Kemenperin Usulkan Moratorium Ekspor Kelapa Akibat Kelangkaan dan Harga Mahal
Hakim Keluarkan Empat Penasihat Hukum Tom Lembong dari Sidang karena Tak Kenakan Toga
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah atau Menkop UKM, Teten Masduki mengungkapkan peminat pakaian dan baju bekas impor ilegal paling banyak berasal dari kalangan muda. Hal ini lantaran mereka bisa mendapatkan baju dengan berbagai desain yang unik, serta merek ternama, namun dengan harga yang sangat murah.
"thrifting ini peminatnya banyak, banyaknya itu dari kalangan muda. Masyarakat masih lebih menyukai brand ternama tapi sensitif harga," ujar Teten dalam diskusi terbatas bersama wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (13/3).
Hal itu diamini salah satu pedagang baju impor Pasar Senen Ladono. Dia membenarkan bahwa pembeli yang menjajaki tokonya kerap merupakan kalangan anak muda. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga umur 20 tahun ke atas.
Dia mengatakan, biasanya mereka mencari baju-baju dengan desain unik dan bertema vintage. Selain itu, dia menuturkan bahwa kalangan muda sangat pintar mencari produk baju bekas yang masih sangat bagus dengan harga yang murah.
“Sebenarnya dari kalangan mana saja, cuma memang terbanyak dari kalangan muda. Mereka pintar-pintar sekali dalam memilih baju bekas ya, nawarnya juga pintar,” ujarnya.
Dia mengatakan, pembeli kalangan muda tersebut bisa mengeluarkan dana sekitar Rp 300.00 hingga Rp 500.000 setiap kali membeli di tokonya. Mereka sudah bisa mendapatkan banyak baju dengan dana tersebut.
tags: #impor #baju bekas #thrifting
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
16 Hari Hilang, Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Tewas
16 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri
16 Januari 2026
Dosen FTIK USM Raih Gelar Doktor dari Undip
16 Januari 2026
Relawan USM Turut Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kudus
16 Januari 2026
Donald Trump Serukan Perebutan Greenland, Guru Besar UGM: Bukan Kebijakan Realistis
16 Januari 2026
Pertamina Perkuat Kompetensi SDM Melalui Program Profesi Insinyur Kerja Sama dengan ITB
16 Januari 2026
Nasaruddin Umar Serukan Pentingnya Kesalehan Ekologis dalam Peringatan Isra Mikraj 1447 H
16 Januari 2026
Menag Serukan "Pertobatan Ekologis" dalam Peringatan Isra Mikraj 1447 H
16 Januari 2026
Performa Impresif di Paruh Musim, PSIM Yogyakarta akan Fokus Evaluasi Menuju Putaran Kedua
16 Januari 2026
Kemenag Gelar Pelatihan Baca Al-Qur’an untuk 4.921 Guru PAI di Sekolah Umum
16 Januari 2026

