Para Pejabat Kesehatan Eropa Keluarkan Peringatan Penurunan Tingkat Vaksinasi

Di Eropa kasus campak mencakup 53 negara, atau meningkat dari 159 pada 2021 menjadi lebih dari 900 pada 2022.

Selasa, 25 April 2023 | 23:31 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Kopenhagen- Para pejabat kesehatan Eropa menyampaikan pernyataan bersama terkait penurunan tingkat imunisasi di seluruh kawasan Eropa, yang diperburuk oleh pandemi Covid-19 dan konflik di Ukraina.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Hans Henri P. Kluge, Komisaris Eropa untuk Kesehatan dan Keamanan Pangan Stella Kyriakides, dan Direktur Regional Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) untuk Eropa dan Asia Tengah Afshan Khan.

BERITA TERKAIT:
Profil Komjen Dharma Pongrekun, Perwira Tinggi yang Ungkap Covid-19 Sudah Direncanakan 
Apa itu Rockefeller Foundation yang Disebut sebagai Dalang Pandemi Covid-19 
Jenderal Bintang 3 Ungkap Covid-19 adalah Pandemi yang Direncanakan, Ini Dalangnya 
Vaksin Covid-19 Kini Berbayar, Berapa Harganya? 
Pengalaman Pandemi Covid-19, Ganjar akan Buat Kawasan Industri Khusus Alat Kesehatan

Pernyataan bersama itu, disampaikan para pejabat pada Senin (24/4/2023). "Covid-19 memberikan tekanan yang signifikan terhadap sistem kesehatan dan mengekspos kekurangan di sektor tenaga kerja kesehatan," ucap mereka.

Pernyataan itu dikeluarkan mereka, saat WHO Kawasan Eropa tengah memperingati Pekan Imunisasi Eropa 2023. "Karantina wilayah (lockdown) dan kekhawatiran tertular Covid-19 saat mengunjungi fasilitas kesehatan membuat beberapa keluarga menunda jadwal vaksinasi anak-anak mereka," sambung mereka. 
 
Sejak merebaknya pandemi pada 2020, ungkap mereka lebih dari satu juta anak di kawasan Eropa melewatkan semua atau beberapa vaksinasi rutin. Keadaan itu menciptakan risiko signifikan terkait wabah campak, polio, difteri, dan penyakit menular lainnya.

Di Eropa kasus campak mencakup 53 negara, atau meningkat dari 159 pada 2021 menjadi lebih dari 900 pada 2022, sementara kasus difteri melonjak dari 41 pada 2021 menjadi 300 pada 2022. "Semakin banyak anak yang melewatkan jadwal vaksinasi mereka, semakin besar pula risiko merebaknya wabah campak, polio, difteri, dan penyakit menular berbahaya lainnya," imbuh mereka.

Selain itu, para pejabat kesehatan Eropa itu juga melakukan pembahasan kesenjangan pemerataan imunisasi yang terus meningkat antara negara-negara miskin dan negara kaya.

Separuh dari 20 negara berpenghasilan menengah di kawasan tersebut pada 2021, melaporkan cakupan vaksin di bawah 90 persen untuk setidaknya satu jenis vaksin. Angka itu jauh berbeda dibandingkan dengan kurang dari 10 persen di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Pekan Imunisasi Eropa merupakan inisiatif tahunan yang diadakan di pekan terakhir bulan April. 

***

tags: #covid-19 #eropa #vaksinasi #ukraina

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI